Pencarian

Harga Beras di Alor Tembus Rp 30 Ribu, Menteri Pertanian Terjun Langsung Salurkan Bantuan 30 Kg per Keluarga

Minggu, 09 Agustus 2026 • 09:19:01 WIB
Harga Beras di Alor Tembus Rp 30 Ribu, Menteri Pertanian Terjun Langsung Salurkan Bantuan 30 Kg per Keluarga
Menteri Pertanian meninjau langsung penyaluran bantuan beras 30 kilogram per keluarga di Alor, Nusa Tenggara Timur.

JAWA BARAT — Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu menegaskan, kehadirannya di Alor bukan sekadar seremoni. Pemerintah, kata Amran, memastikan warga di pelosok tidak merasa ditinggalkan hanya karena faktor geografis.

"Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang cukup dan bantuan yang menjadi haknya. Tidak boleh ada masyarakat yang merasa jauh dari perhatian pemerintah hanya karena berada di wilayah kepulauan atau pelosok," tegas Amran dalam keterangan resminya, Sabtu (8/8/2026).

Kronologi Keluhan yang Memicu Aksi Langsung

Semua berawal dari sesi dialog di Universitas Diponegoro (Undip) beberapa waktu lalu. Seorang mahasiswa asal Alor, Adriano, menyampaikan keluhan pahitnya langsung kepada Amran. Ia membeberkan produksi beras lokal Alor hanya mampu menutup sekitar 10 persen dari kebutuhan konsumsi tahunan yang mencapai 24 ribu hingga 27 ribu ton.

"Nah masalahnya Pak, kebutuhan beras kami itu sekitar 24-27 ribu ton per tahun, sedangkan kemampuan kami cuma bisa 10 persen, sehingga harga beras sering naik dan mahal, Pak," ungkap Adriano dalam dialog tersebut.

Kondisi ini memicu disparitas harga yang tajam. Di perkotaan, beras masih dibanderol Rp 13 ribu sampai Rp 15 ribu per kilogram. Namun di pedalaman, harganya merangkak naik ke Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu. Puncaknya, saat musim hujan melanda dan distribusi antarpulau terhambat, harga bisa menyentuh level Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram.

Alokasi Bantuan Tiga Bulan dan Jaminan Distribusi Bulog

Bantuan yang diguyurkan kali ini bukan jatah bulanan. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan untuk alokasi tiga bulan sekaligus. Artinya, setiap keluarga penerima akan kebagian total 30 kilogram beras.

"Ini bukan hanya soal menyalurkan beras, tetapi memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat. Bantuan yang disalurkan merupakan alokasi untuk tiga bulan, jadi nanti masing-masing keluarga akan mendapatkan 30 kilogram beras," ujar Rizal.

Rizal mengakui kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan adalah tantangan besar dalam rantai distribusi pangan. Namun, ia menegaskan komitmen Bulog untuk menjangkau seluruh wilayah, termasuk Alor yang berada di kawasan timur Indonesia.

"Bagi Bulog, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani. Alor adalah bagian dari Indonesia, dan masyarakatnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian serta akses pangan. Kami akan terus memastikan pangan hadir sampai ke masyarakat," tegasnya.

Sinergi Pusat dan Daerah Jadi Kunci

Amran menambahkan, program bantuan pangan ini merupakan bagian dari strategi besar menjaga ketahanan pangan nasional. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Perum Bulog menjadi fondasi utama agar distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran.

"Kita ingin memastikan negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi melalui aksi nyata. Bantuan pangan harus sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, tepat sasaran dan tepat waktu. Karena itu, pemerintah bersama Bulog akan terus bekerja memastikan kebutuhan pangan masyarakat di seluruh Indonesia terpenuhi," pungkas Amran.

Follow www.jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks