Pencarian

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Buka Suara soal Pohon di Gasibu Hilang: Angsana Kecil Diganti 50 Pohon Asem Jawa

Kamis, 06 Agustus 2026 • 13:12:31 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Buka Suara soal Pohon di Gasibu Hilang: Angsana Kecil Diganti 50 Pohon Asem Jawa
Pohon Angsana kecil di sisi timur Lapangan Gasibu diganti dengan 50 pohon Asem Jawa di belakang Gedung Sate.

BANDUNG — Proyek penataan halaman depan Gedung Sate yang tengah berlangsung di Kota Bandung memicu pertanyaan publik soal nasib pepohonan di sekitar Lapangan Gasibu. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buka suara, memastikan tidak ada pohon besar yang dikorbankan dalam pengerjaan proyek tersebut.

Menurut Dedi, vegetasi yang hilang dari sisi timur Lapangan Gasibu hanyalah pohon Angsana dengan ukuran kecil, bukan pohon rindang berusia puluhan tahun. Ia menjamin kompensasi penanaman dilakukan jauh lebih masif dari jumlah yang ditebang.

"Oh iya (terdampak), pohonnya pohon kecil, bukan pohon besar ya. Pohonnya, pohon Angsana dan diganti dengan pohon yang lebih banyak lagi dan sudah ditanam dan sudah tumbuh. Jadi satu pohon diganti oleh 50 pohon. Silakan dicek tuh pohonnya sudah hidup sekarang di belakang Gedung Sate," ujar Dedi di Bandung, Rabu.

Alasan Ilmiah di Balik Penggantian Pohon Angsana

Keputusan memindahkan pohon Angsana dari ruang publik tepi jalan, khususnya di kawasan Gasibu, bukan tanpa pertimbangan. Pemprov Jabar mendasari langkah ini pada kajian ilmiah mengenai keberlanjutan ekosistem dan daya dukung lingkungan hayati perkotaan.

Dedi memaparkan, karakteristik tanaman Angsana dinilai memiliki kelemahan fundamental dalam hal konservasi air tanah. Keberadaan pohon ini justru dinilai kurang memberikan kontribusi positif bagi kelestarian lingkungan dibandingkan jenis pohon peneduh lain seperti Asem Jawa.

"Angsana itu kan pohon yang, menurut saya, malah harus diganti. Karena ketika angsana itu ada di pinggir jalan, dia tuh menyerap air bukan menghasilkan air," kata Dedi.

Fokus Baru pada Pohon Ramah Ekosistem Burung

Selain persoalan daya serap air, alasan lain penggantian pohon adalah minimnya dukungan Angsana terhadap keanekaragaman hayati. Struktur pohon ini dinilai tidak ramah bagi fauna perkotaan, khususnya sebagai habitat bersarang burung-burung liar di tengah hiruk pikuk Kota Bandung.

Oleh karena itu, Pemprov Jabar kini mengalihkan fokus penanaman secara masif pada komoditas pohon peneduh yang memiliki nilai guna ekologi jangka panjang. Asem Jawa menjadi pilihan utama karena dinilai lebih produktif dan bersahabat dengan lingkungan.

"Dan burung itu enggak bisa tinggal di Angsana, makanya sekarang diganti oleh kita, kita banyak tanam pohon Asem Jawa sekarang ya," tutur Dedi.

Pengerjaan Proyek dan Perubahan Jalan Sentot Alibasyah

Pantauan di lokasi menunjukkan pengerjaan proyek penataan halaman depan Gedung Sate masih berlangsung. Sejumlah pagar penutup proyek masih berdiri kokoh, utamanya di area Jalan Diponegoro depan Gedung Sate.

Sebagian pengerjaan sudah bisa diakses publik, salah satunya jalur baru Jalan Sentot Alibasyah di sisi timur Lapangan Gasibu. Jalan yang dulunya hanya dua jalur tersebut kini diperlebar menjadi tiga jalur. Perluasan jalan inilah yang disebut-sebut menjadi penyebab hilangnya deretan pohon di sisi timur lapangan, berdasarkan pantauan citra Google Maps sebelum proyek dimulai.

Follow www.jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks