Pencarian

Bos Better Offline Ed Zitron: Gelembung AI Akan Meledak, Apple Cuma Akan Nonton dari Pinggir

Selasa, 28 Juli 2026 • 07:43:16 WIB
Bos Better Offline Ed Zitron: Gelembung AI Akan Meledak, Apple Cuma Akan Nonton dari Pinggir
Ed Zitron, host podcast Better Offline, menyatakan bahwa gelembung kecerdasan buatan akan segera meledak dan berdampak pada konsumen.

JAWA BARAT — Gelembung kecerdasan buatan (AI) yang selama ini digembar-gemborkan bakal segera pecah, dan dampaknya bakal terasa hingga ke kantong konsumen. Pernyataan keras ini datang dari Ed Zitron, penulis newsletter Where's Your Ed At dan host podcast Better Offline, yang sejak awal telah menyuarakan skeptisismenya terhadap model bisnis industri AI. Dalam wawancara eksklusif dengan MacRumors, Zitron membeberkan secara gamblang mengapa pesta AI akan berakhir dengan kekacauan, dan bagaimana Apple justru bisa diuntungkan.

Model Bisnis LLM yang "Rusak" Sejak Awal

Menurut Zitron, masalah fundamental AI terletak pada ekonominya yang tidak masuk akal. Model bahasa besar (LLM) beroperasi dengan biaya yang sangat kontras dengan model penjualan perangkat lunak tradisional. "Konsumen dan perusahaan terbiasa dengan langganan bulanan, bukan layanan berbasis meteran yang biayanya sulit diukur," jelasnya.

Ia mengkritik praktik perusahaan AI yang menjual langganan dengan batas pemakaian (rate limit) yang tidak jelas. "Analis SemiAnalysis menemukan, pengguna bisa menghabiskan biaya setara ratusan dolar hanya dengan langganan 20 dolar per bulan," ungkap Zitron. Lebih parah lagi, perusahaan seperti OpenAI disebutnya merugi besar: "Laporan saya menunjukkan OpenAI kehilangan 20,9 miliar dolar dari pendapatan 13,07 miliar dolar pada 2025."

Token Terbuang, Startup Merugi, dan Data Center Raksasa

Masalahnya tidak berhenti di situ. Model langganan dinilai gagal karena perusahaan AI sendiri enggan membebankan biaya riil token ke pelanggan. "Jika Anthropic dan OpenAI percaya pelanggan mau membayar biaya sebenarnya, mereka tidak akan memberikan token 20 hingga 40 kali lipat dari nilai langganan," sindir Zitron. Praktik ini membuat hampir semua startup AI, seperti Perplexity, Cursor, hingga GitHub Copilot, tidak bisa untung karena pengguna ogah membayar biaya sesungguhnya.

Zitron juga menyoroti pembangunan data center yang sangat boros. "Sebuah data center AI memakan biaya miliaran dolar dan butuh 18-36 bulan untuk dibangun. Masalahnya, tidak ada pelanggan selain OpenAI dan Anthropic yang mau menyewa," tegasnya. Ia memperingatkan bahwa dana pensiun guru di San Francisco dan California (CalPERS) ikut terdampak jika gelembung ini pecah, karena mereka mendanai proyek-proyek besar tersebut melalui private credit funds.

Dampak ke Konsumen: Harga HP Makin Mahal untuk "Subsidi" Data Center

Konsekuensi paling nyata bagi konsumen adalah kenaikan harga perangkat. "Hyperscalers telah menghabiskan lebih dari 1 triliun dolar dalam belanja modal (capex) sejak 2022. Mereka butuh keuntungan baru 1,5 triliun dolar untuk membenarkan pengeluaran itu, dan itu tidak akan terjadi," ujar Zitron. "Kita semua membayar lebih untuk barang elektronik tanpa alasan jelas, hanya karena raksasa teknologi menjadi gila membangun data center."

Kenaikan harga DRAM yang sudah dua kali lipat tahun ini disebut Zitron sebagai bukti nyata. Tim Cook, CEO Apple, bahkan mengakui kenaikan harga Mac dan iPad sebagai hal yang "tidak terhindarkan". Zitron menambahkan, "iPhone juga akan menyusul naik. Ini subsidi silang dari konsumen ke data center yang tidak akan pernah menghasilkan untung."

Apple Intelligence: Gagal Total, Tapi Jadi Tameng

Menariknya, Zitron menilai Apple justru dalam posisi paling aman. "Apple Intelligence adalah hal terburuk dan terbaik yang terjadi pada Apple. Fitur ringkasan yang kacau dan Siri baru yang lebih buruk dari sebelumnya malah membuat pengguna radikal menentang AI," katanya. Alih-alih ikut gila-gilaan, Apple hanya menggelontorkan 14 miliar dolar untuk AI—sangat kecil dibandingkan 650 miliar dolar yang dihabiskan kompetitor.

Zitron memprediksi Apple akan terus "bermain aman". "Mereka akan duduk di pinggir lapangan dan menonton semuanya terbakar. Mungkin mereka akan melakukan beberapa akuisisi strategis saat semuanya runtuh, atau tidak melakukan apa-apa," pungkasnya. Ia menyarankan Apple fokus mengembangkan Vision Pro menjadi lebih ringan dan nyaman, alih-alih ikut-ikutan tren AI yang dianggapnya hanya pelarian dari kehabisan ide inovasi besar.

Follow www.jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: macrumors.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks