Pencarian

PLN UP3 Tahuna Ajak Seluruh Pegawai Olah Sampah Organik Jadi Kompos dan Eco Enzyme

Kamis, 13 Agustus 2026 • 13:40:01 WIB
PLN UP3 Tahuna Ajak Seluruh Pegawai Olah Sampah Organik Jadi Kompos dan Eco Enzyme
Pegawai PLN UP3 Tahuna mengikuti sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi kompos dan eco enzyme di lingkungan unit kerjanya.

JAWA BARAT — Kesadaran menjaga lingkungan tidak harus selalu dimulai dari proyek besar. PLN UP3 Tahuna membuktikannya lewat sebuah sosialisasi internal yang menyasar kebiasaan harian: memilah dan mengolah sampah organik. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai, Tenaga Alih Daya (TAD), dan petugas keamanan di lingkungan unit kerja setempat.

Dua narasumber dihadirkan untuk memberikan materi, yakni Anderson Sandil, SST selaku Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Kementan RI, serta Celline Army Sandil yang merupakan Trainer Eco Enzyme Nusantara. Para peserta tidak hanya mendapat teori soal pemilahan limbah rumah tangga, tetapi juga praktik pembuatan kompos dan eco enzyme yang bernilai guna.

Bukan Sekadar Bersih-bersih, Tapi Membangun Kebiasaan

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan bahwa keberlanjutan harus dibiasakan dari hal-hal kecil di unit terdepan. Menurutnya, komitmen PLN terhadap transisi energi tidak hanya diukur dari penyediaan listrik hijau, tetapi juga dari budaya insan PLN yang sadar lingkungan.

“Inisiatif pengolahan sampah organik di Tahuna ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pencapaian Net Zero Emissions. Saya berharap semangat menjaga kelestarian bumi ini dapat terus digelorakan dan dijadikan standar perilaku sehari-hari oleh seluruh pegawai,” tegas Usman dalam keterangan yang diterima, Kamis.

Senada dengan itu, Manager PLN UP3 Tahuna, Eko Yuwono, menyebut keandalan listrik tidak hanya diukur dari kualitas pelayanan kepada pelanggan. Perusahaan juga dinilai dari bagaimana operasionalnya bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin menanamkan budaya peduli lingkungan agar dimulai dari langkah sederhana, seperti memilah dan mengolah sampah organik secara benar. Kami berharap edukasi ini diterapkan secara konsisten sehingga berdampak positif bagi masyarakat maupun perusahaan,” ujar Eko.

Limbah Dapur yang Menyimpan Nilai Ekonomi

Anderson Sandil menjelaskan bahwa sebagian besar sampah rumah tangga sebenarnya adalah sampah organik yang memiliki nilai guna tinggi. Jika diolah dengan benar, limbah dapur bisa berubah menjadi kompos untuk pertanian atau eco enzyme yang multifungsi, misalnya sebagai pembersih lantai alami hingga pupuk tanaman.

“Apabila pemilahan dilakukan secara konsisten dari lingkungan kerja dan rumah tangga, kita tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga menciptakan produk pendukung pertanian yang ramah lingkungan. Kesadaran kolektif inilah yang terus kita bangun bersama PLN,” jelas Anderson.

Inisiatif ini menjadi bagian dari penguatan budaya peduli lingkungan di tubuh PLN. Dengan membiasakan pegawai memilah sampah sejak dari sumbernya, perusahaan berharap dampaknya meluas hingga ke komunitas tempat tinggal para pegawai masing-masing.

Langkah PLN UP3 Tahuna ini sejalan dengan arah kebijakan perusahaan secara nasional yang terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap aktivitas operasional. Dari kebiasaan kecil di lingkungan kerja, kontribusi terhadap kelestarian lingkungan pun diharapkan tumbuh menjadi gerakan kolektif yang lebih besar.

Follow www.jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: barometer.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks