BANDUNG — Dua paviliun di Kompleks Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat, Kota Bandung, resmi menyandang nama tokoh penting lembaga tersebut, Selasa (11/8). Paviliun Sodik Mudjahid dan Paviliun Miftah diresmikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi keduanya dalam membangun institusi keumatan yang profesional.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Sodik Mudjahid, menilai Pusdai Jabar sejak awal dirancang untuk mengokohkan peran lembaga keumatan yang berdampak luas bagi masyarakat. Menurutnya, lembaga ini mengemban empat fungsi utama sekaligus.
"Pusdai dibangun dengan empat fungsi utama; sebagai fasilitator, koordinator, dinamisator, dan inovator gerakan umat. Perpaduan antara kematangan para senior dan semangat profesionalisme anak muda adalah kunci memajukan lembaga ini," katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Kombinasi Senior dan Profesionalisme Muda
Sodik menuturkan kemajuan Pusdai Jabar pada masa awal tidak terlepas dari kolaborasi keilmuan tokoh senior seperti Prof KH Miftah Faridl dengan semangat profesionalisme generasi muda. Kombinasi tersebut dinilai menjadi pendorong utama perkembangan lembaga keumatan tersebut.
Peresmian Paviliun Miftah dilakukan untuk mengapresiasi kontribusi ulama sekaligus cendekiawan Muslim Bandung itu dalam meletakkan fondasi pendirian Pusdai Jabar. Miftah Faridl sendiri mengaku terharu dan merasa rendah hati atas penghormatan yang diberikan kepadanya.
Pesan untuk Generasi Muda
Dalam kesempatan tersebut, Miftah Faridl mengenang kerja keras para pengurus generasi awal dalam membangun lembaga keumatan. Ia menyampaikan pesan kepada generasi muda untuk terus menjaga komitmen terhadap syiar Islam dan pengabdian bagi bangsa.
"Ada di dalam atau di luar Pusdai, mari kita besarkan karena ini merupakan peninggalan dari para sepuh dan pejabat di Jawa Barat," ucap Miftah.
Penamaan untuk Jejak Sejarah
Ketua DKM Pusdai Jawa Barat, Jujun Junaedi, menyampaikan penamaan kedua fasilitas tersebut merupakan penghormatan atas rekam jejak, keilmuan, dan teladan para pendiri lembaga. Penamaan itu diharapkan menjadi pengingat abadi bagi generasi mendatang.
"Kita torehkan nama orang yang hebat di dalam paviliun itu agar generasi mendatang melihat dan mencari tahu sejarah perjuangan serta eksistensi kedua tokoh tersebut," ucap Jujun Junaedi.