BANDUNG — Kota Bandung diprakirakan berawan pada Rabu ini, berbeda dengan sejumlah kota besar lain yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas bervariasi. Prakirawan BMKG, Miftah Ali, menerangkan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh adanya daerah konvergensi yang memanjang di sejumlah wilayah Indonesia.
Daerah konvergensi tersebut terpantau membentang dari pesisir barat Sumatera Utara, Riau, hingga Samudra Hindia Selatan. Kondisi serupa juga terdeteksi di Jawa Timur, Laut Sawu, Serawak, serta dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Selatan.
Wilayah Berawan vs Wilayah Hujan Ringan
BMKG memprakirakan hujan ringan akan mengguyur lima kota besar, yakni Medan, Padang, Tanjung Selor, Ambon, dan Jayapura. Sementara itu, mayoritas kota besar lainnya diprediksi hanya berawan.
Selain Bandung, kota-kota seperti Jakarta, Serang, Semarang, dan Surabaya juga masuk dalam daftar wilayah yang diprakirakan berawan. Kota besar lain yang berawan meliputi Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Samarinda, Banjarmasin, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Mamuju, Gorontalo, Kendari, Manado, Ternate, Manokwari, Nabire, dan Merauke.
El Nino dan IOD Perparah Kekeringan di Sumatera
Di sisi lain, BMKG sebelumnya menyebut fenomena El Nino berstatus kuat menyebabkan kondisi Sumatera Selatan (Sumsel) semakin kering. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga puncak musim kemarau pada Agustus-September 2026.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengatakan kondisi iklim saat ini turut dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi berkembang menjadi sangat kuat. Selain El Nino, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga mulai menguat dan mempengaruhi kondisi cuaca di Sumsel.
Fenomena tersebut menyebabkan pasokan hujan ke wilayah Sumatera berkurang. Akibatnya, kondisi kering semakin terasa sejak Juni, Juli, hingga awal Agustus.