Pencarian

Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra Korbankan Fitur Qi2 Demi Desain Tipis, Pengguna Dipaksa Pakai Case Khusus

Selasa, 28 Juli 2026 • 20:31:31 WIB
Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra Korbankan Fitur Qi2 Demi Desain Tipis, Pengguna Dipaksa Pakai Case Khusus
Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra tidak dilengkapi cincin magnet internal untuk pengisian daya nirkabel Qi2.

Galaxy Z Fold 8 reguler hadir dengan form factor baru yang lebih ringkas, sementara varian Ultra membawa baterai lebih besar di bodi yang lebih ramping. Keduanya mendukung pengisian nirkabel 20W—lebih cepat 5W dari generasi sebelumnya. Namun, baik Z Fold 8 maupun Z Fold 8 Ultra tidak memiliki cincin magnet di sekitar koil pengisian daya.

Inilah inti perbedaan antara Qi2 dan Qi2 Ready. Ponsel dengan sertifikasi Qi2 asli memiliki magnet internal yang memastikan aksesori seperti power bank atau car mount menempel sempurna. Sebaliknya, perangkat Qi2 Ready hanya menyediakan jalur pengisian—magnetnya harus datang dari case pihak ketiga.

Bukan Jembatan, Tapi Jalan Buntu

Samsung sebenarnya sudah memulai praktik ini sejak Galaxy S25 series pada awal 2025. Saat itu, langkah tersebut dianggap sebagai kompromi sementara sambil menunggu adopsi Qi2 secara penuh. Namun, delapan belas bulan kemudian, pola yang sama terulang di lini foldable terbaru.

Wireless Power Consortium (WPC) telah merampungkan standar Qi2 hampir tiga tahun lalu. Di celah waktu itu, Samsung berhasil mendesain ulang engsel, mengadopsi baterai silikon-karbon, dan merampingkan bodi hingga menjadi salah satu foldable tertipis di pasar. Tapi anehnya, cincin magnet sederhana tak kunjung masuk daftar prioritas.

Alih-alih menjadi batu loncatan, Qi2 Ready kini terasa seperti solusi permanen yang diterima begitu saja oleh Samsung. Perusahaan tampaknya sudah pasrah menjadikan case magnetik sebagai "tambahan wajib" yang harus dibeli sendiri oleh konsumen.

Case Bukan Pelengkap, Tapi Pengganti Hardware yang Hilang

Paradoksnya, Samsung menghabiskan bertahun-tahun membuat foldable-nya semakin tipis dan ringan. Lalu, di saat yang sama, mereka meminta pengguna mengembalikan sebagian bobot itu hanya demi menikmati kemudahan pengisian daya magnetik.

Masalahnya, case untuk ponsel lipat secara teknis lebih rumit karena harus menutup dua sisi dan mengakomodasi engsel. Built-in magnet sejatinya lebih masuk akal di foldable dibanding ponsel biasa. Pengguna bisa menempelkan ponsel ke dudukan saat menonton video di layar besar, memasangnya di car mount untuk navigasi, atau menghubungkan power bank magnetik tanpa kabel menjuntai.

Argumen bahwa "foldable tetap perlu case karena rentan" juga tidak sepenuhnya tepat. Case seharusnya melindungi ponsel, bukan melengkapi hardware yang sengaja dihilangkan oleh pabrikan. Dengan mewajibkan case magnetik, Samsung secara tidak langsung membatasi pilihan pengguna—baik dari segi desain, tingkat perlindungan, maupun harga. Case dengan magnet built-in biasanya lebih mahal. Pengguna yang menyukai skin pun harus menempelkan ring magnet terpisah atau mengorbankan pengalaman Qi2 sepenuhnya.

Kapan Samsung Berhenti "Setengah-setengah"?

Sebagian besar pembeli Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra mungkin tidak menjadikan dukungan magnet sebagai faktor penentu dalam keputusan membeli ponsel seharga Rp 32 juta. Namun, itu bukan alasan untuk meniadakan fitur yang secara langsung meningkatkan kenyamanan sehari-hari.

Samsung sudah membuktikan mampu merombak hinge, mengadopsi teknologi baterai anyar, dan menyusun komponen internal ke dalam bodi yang sangat tipis. Tapi, dengan mengabaikan dukungan Qi2 asli, perusahaan justru gagal mengadopsi satu peningkatan hardware yang paling terasa manfaatnya dalam penggunaan harian. Di titik harga ini, "siap pakai" seharusnya bukan lagi sebuah pertanyaan—apalagi yang jawabannya ada di dalam case terpisah.

Follow www.jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: androidpolice.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks