Pencarian

Musim Kemarau di Bogor Turunkan Debit Sungai Ciliwung dan Cisadane, Tirta Pakuan Siapkan Bantuan Air Bersih

Senin, 20 Juli 2026 • 15:24:01 WIB
Musim Kemarau di Bogor Turunkan Debit Sungai Ciliwung dan Cisadane, Tirta Pakuan Siapkan Bantuan Air Bersih
Debit Sungai Ciliwung dan Cisadane di Kota Bogor menurun akibat musim kemarau.

BOGOR — Musim kemarau yang mulai melanda Kota Bogor berdampak langsung pada debit Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane, dua sumber utama air baku Perumda Tirta Pakuan. Kondisi ini memaksa perusahaan daerah itu menyiapkan langkah antisipasi agar distribusi air ke 197.638 sambungan rumah pelanggan tidak terganggu.

Debit Turun, Kualitas Air Justru Lebih Jernih

Direktur Operasional Perumda Tirta Pakuan, Dani Rakhmawan, menjelaskan perubahan musim selalu membawa tantangan berbeda dalam proses pengolahan air bersih. Saat kemarau, kualitas air baku umumnya lebih jernih, namun volume air yang tersedia menurun drastis.

“Saat musim kemarau kualitas air baku umumnya lebih jernih, tetapi debit air mengalami penurunan. Pengelolaan distribusi air harus dilakukan secara lebih cermat agar kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi,” ujar Dani, Senin (20/7/2026).

Sebaliknya, pada musim hujan volume air melimpah namun tingkat kekeruhan tinggi sehingga membutuhkan penyesuaian proses pengolahan. Perumda Tirta Pakuan terus memantau kedua variabel tersebut secara real-time.

Instruksi Wali Kota: Kirim Tangki Air ke Wilayah Terdampak

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta Perumda Tirta Pakuan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi warga yang masih mengandalkan sumur sebagai sumber air dan belum memiliki sambungan PDAM. Fenomena El Nino dan La Nina disebut turut memengaruhi ketersediaan air di musim kemarau tahun ini.

“Yang kekurangan terutama bagi warga yang masih mengandalkan sumber air dari sumur dan belum memiliki sambungan air bersih. Saya instruksikan Perumda Tirta Pakuan menyiapkan langkah darurat dengan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan armada tangki,” ujar Dedie.

Pemerintah kota juga mendorong warga yang belum terdaftar sebagai pelanggan untuk segera memasang sambungan baru. Langkah ini dinilai sebagai solusi jangka panjang menghadapi ancaman kekeringan yang berulang setiap musim kemarau.

Cakupan Layanan Baru 75 Persen dari Total Rumah Tangga

Berdasarkan data yang diterima Wali Kota, jumlah pelanggan Perumda Tirta Pakuan saat ini mencapai 197.638 sambungan rumah. Angka itu setara dengan 75,46 persen dari total rumah tangga di Kota Bogor.

Artinya, masih ada sekitar seperempat rumah tangga di kota tersebut yang belum memiliki akses langsung ke air bersih perpipaan. Mereka menjadi kelompok paling rentan saat musim kemarau tiba.

Dani Rakhmawan menambahkan, pihaknya siap menjalankan arahan Wali Kota dan Direktur Utama Tirta Pakuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. “Mari gunakan air secara bijak kapan pun musimnya,” imbaunya.

Follow www.jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bogor-kita.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks