Pencarian

27 DPC Serempak Antar Anton Suratto Daftar Ketua Demokrat Jabar, Target Aklamasi di Musda VI

Kamis, 13 Agustus 2026 • 18:29:31 WIB
27 DPC Serempak Antar Anton Suratto Daftar Ketua Demokrat Jabar, Target Aklamasi di Musda VI
Anton Sukartono Suratto resmi mendaftar sebagai bakal calon ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat di Kantor DPD Demokrat Jabar, Bandung, Kamis (13/8/2026).

BANDUNG — Anton Sukartono Suratto resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat periode 2026-2031. Kedatangannya ke Kantor DPD Demokrat Jabar di Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Kamis (13/8/2026), diiringi oleh para ketua DPC dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Pantauan di lokasi, rombongan yang mendampingi Anton antara lain Tarsuli (Pangandaran), Anjar Asmara (Ciamis), Iman Adinugraha (Kabupaten Sukabumi), Dede Candra Sasmita (Kabupaten Bogor), dr Ratnawati (Kabupaten Cirebon), Rony Hermawan (Kota Bekasi), dan Pendi Anwar (Karawang). Dari kawasan Bandung Raya, hadir Saeful Bachri (Kabupaten Bandung), Imam Tunggara (Bandung Barat), Agung Budi Santoso (Cimahi), serta Aan Andi Purnama (Kota Bandung).

Berkas persyaratan pencalonan diterima langsung oleh Herlas Juniar selaku Steering Committee (SC) Musda VI, didampingi Muhammad Handarujati Kalamullah selaku ketua Organizing Committee (OC). Turut hadir dr Hj Ratnawati yang menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Jawa Barat.

Dukungan Penuh 27 DPC, Target Aklamasi di Musda VI

Anton mengaku awalnya hanya memproyeksikan dukungan dari 24 DPC. Namun, saat hari pendaftaran tiba, jumlah tersebut bertambah menjadi 27 DPC atau seluruh cabang di Jawa Barat.

"Awalnya saya punya modal 24 DPC, tapi pada saat hadir sekarang ternyata dukungan saya bertambah tiga, jadi full 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat mendukung saya. Jadi insyaallah aklamasi," kata Anton di Kantor DPD Demokrat Jabar, Kamis (13/8/2026).

Keputusan mendaftar diambil Anton setelah memantau proses pendaftaran yang dibuka sejak 10 Agustus. Hingga beberapa hari berjalan, belum ada kandidat lain yang mengambil formulir pendaftaran.

"Pembukaan dari tanggal 10 sampai tanggal 16. Tanggal 10 belum ada yang daftar, tanggal 11 belum ada yang daftar, tanggal 12 lama-lama, ya sudah kalau gitu saya daftar," ujarnya.

Pekerjaan Rumah: Kembalikan Kejayaan Demokrat di Jawa Barat

Jika kembali dipercaya memimpin, Anton menyebut ada pekerjaan rumah besar yang menantinya. Ia ingin mengembalikan posisi Demokrat sebagai kekuatan politik utama di Jawa Barat pada kontestasi Pemilu 2029.

"Ya, kita ada tugas untuk menjadikan Jabar juara. Pada kemarin saya dianggap belum berhasil, makanya itu hutang saya. Mudah-mudahan pada tahun 2029 saya bisa mewujudkan kembali," ucap wakil rakyat dari daerah pemilihan Jabar V ini.

Langkah pertama yang akan diambil adalah pembenahan dari internal partai. Anton menilai struktur organisasi hingga tingkat paling bawah merupakan ujung tombak partai dalam menghadapi pertarungan politik.

"Yang pertama kita ngurus diri sendiri dulu. Namanya PAC, ranting, anak ranting ialah ujung tombaknya kita. Kita urus mereka dulu," katanya.

Saksi TPS Terlatih dan Kewajiban Reses Anggota DPRD

Selain penguatan struktur, Anton menyoroti pentingnya kesiapan saksi di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Ia menegaskan saksi tidak boleh disiapkan secara mendadak saat pemilu tiba, melainkan harus dibina dan dilatih jauh hari sebelumnya.

"Kita pastikan di tiap TPS pasti harus ada saksi dan terlatih. Bukan hanya saksi yang pada saatnya dibutuhkan baru kita panggil. Jadi tidak ada prajurit yang melatih, yang ada prajurit yang terlatih," jelasnya.

Untuk itu, ia akan mendorong seluruh DPC Demokrat di Jawa Barat menggelar pelatihan saksi secara berkala, termasuk mengadakan apel saksi sebagai bagian dari persiapan menghadapi pemilu mendatang.

Dari sisi eksternal, Anton menegaskan partainya harus lebih aktif menyerap aspirasi masyarakat. Para anggota legislatif dari Demokrat akan diwajibkan turun ke daerah pemilihan masing-masing, terutama saat masa reses, untuk hadir dan membantu persoalan warga.

"Kita harus mendengar apa sih aspirasi masyarakat, apa yang mereka butuhkan. Selama kita bisa bantu, kita punya dewan, dewan itu punya aspirasi, ya bantu," tandas Anton.

"Kita wajibkan monitoring mereka setiap reses untuk turun ke dapilnya masing-masing dan memberikan kontribusi kepada masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya.

Follow www.jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: demokratjabar.or.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks