BOGOR — Antrean pencari kerja terlihat mengular di Vivo Mall Sentul, Sukaraja, sejak pagi. Mereka datang memanfaatkan Job Fair Kabupaten Bogor 2026 yang dibuka langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto, Rabu.
Sebanyak 221 posisi pekerjaan tersedia dengan total kebutuhan mencapai 6.056 orang. Berbagai sektor industri di Kabupaten Bogor ikut ambil bagian dalam perekrutan massal ini.
"Alhamdulillah hari ini ada 221 posisi pekerjaan yang dibuka dengan jumlah kebutuhan pekerja kurang lebih 6.056 orang," kata Rudy usai membuka acara.
5.000 Pelamar Sudah Daftar Daring, Panitia Siapkan Jalur Langsung
Antusiasme masyarakat terlihat dari data pendaftaran. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat sekitar 5.000 pencari kerja telah mendaftar secara daring melalui platform yang disediakan.
Jumlah tersebut dipastikan bertambah karena panitia juga melayani pendaftaran langsung di lokasi. Para pencari kerja tinggal membawa berkas lamaran dan langsung bertemu dengan perwakilan perusahaan yang membuka lowongan.
Bagi warga yang belum berkesempatan hadir, tidak perlu khawatir. Pemkab Bogor menyiapkan terobosan baru agar akses informasi kerja tidak hanya ada saat job fair digelar.
Bogor Career Center: Solusi Layanan Kerja Harian untuk Warga
Rudy meminta Dinas Tenaga Kerja berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain untuk membentuk Bogor Career Center. Lembaga ini nantinya menjadi pusat layanan informasi lowongan kerja yang bisa diakses masyarakat setiap hari.
"Kami minta kepada Dinas Tenaga Kerja berkolaborasi dengan beberapa OPD membentuk Bogor Career Center. Setiap hari perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja bisa diinformasikan sehingga masyarakat tidak harus menunggu job fair," ujarnya.
Langkah ini diambil karena pelayanan ketenagakerjaan dinilai tidak boleh berhenti pada kegiatan yang bersifat insidental. Dengan adanya pusat layanan harian, perusahaan yang membutuhkan karyawan bisa langsung menyampaikan informasinya kapan saja.
Rudy menambahkan, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi kunci memperluas akses kesempatan kerja. Jika perusahaan di Kabupaten Bogor rutin melaporkan kebutuhan tenaga kerja, peluang warga mendapatkan pekerjaan akan semakin besar.
BLK Dioptimalkan, Siap Kirim Tenaga Kerja ke Luar Negeri
Selain memperluas akses informasi, Pemkab Bogor juga fokus meningkatkan kualitas calon pekerja. Balai Latihan Kerja (BLK) yang telah beroperasi akan terus dioptimalkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja.
Bahkan, kata Rudy, beberapa pihak telah menjajaki kerja sama pemanfaatan BLK untuk menyalurkan tenaga kerja asal Kabupaten Bogor ke sejumlah negara. Ini membuka peluang baru bagi warga yang ingin berkarier di luar negeri dengan keterampilan yang mumpuni.
Ke depan, pemkab berencana menambah pembangunan BLK di sejumlah wilayah seiring pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Namun, realisasi program tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
Dengan kombinasi job fair, Bogor Career Center, dan penguatan BLK, Pemkab Bogor berupaya menekan angka pengangguran sekaligus menyiapkan tenaga kerja siap pakai yang sesuai kebutuhan industri.