Pencarian

Bupati Bandung Kukuhkan 2.251 Pembina Pramuka, 434 Gugus Depan Terakreditasi Hingga Jadi Pertimbangan Angkat Kepala Sekolah

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 19:03:31 WIB
Bupati Bandung Kukuhkan 2.251 Pembina Pramuka, 434 Gugus Depan Terakreditasi Hingga Jadi Pertimbangan Angkat Kepala Sekolah
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengukuhkan 2.251 pembina Pramuka dalam kegiatan Kursus Mahir Dasar di Kabupaten Bandung.

BANDUNG — Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung tidak lagi berjalan di tempat. Di bawah kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS, Kwarcab Kabupaten Bandung berhasil meraih predikat Kwartir Cabang Tergiat 1 Tingkat Wilayah V dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat.

Capaian ini menjadi bukti bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap kepramukaan merupakan investasi strategis pembangunan sumber daya manusia, bukan sekadar seremonial tahunan.

2.251 Pembina Baru Dikukuhkan Serentak

Langkah pertama yang ditempuh Kang DS adalah memperkuat kualitas pembina di tingkat sekolah. Untuk mengatasi kekurangan pelatih bersertifikasi, sebanyak 2.251 peserta Kursus Mahir Dasar (KMD) dikukuhkan secara serentak.

Inagurasi ini menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia dan memastikan setiap sekolah memiliki tenaga pengajar karakter dengan standar kompetensi yang jelas.

434 Gugus Depan Raih Sertifikat Akreditasi Nasional

Standardisasi organisasi juga menjadi perhatian serius. Sebanyak 434 Gugus Depan (Gudep) di Kabupaten Bandung kini resmi terakreditasi dan telah menerima sertifikat kelayakan organisasi nasional.

Dengan akreditasi ini, kualitas pembinaan Pramuka diharapkan setara bagi seluruh pelajar, termasuk mereka yang berada di pelosok desa.

Prestasi Pramuka Jadi Syarat Pengangkatan Kepala Sekolah

Terobosan paling strategis datang lewat regulasi. Dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab), Kang DS menetapkan bahwa prestasi di bidang kepramukaan menjadi salah satu poin pertimbangan dalam pengangkatan kepala sekolah.

Kebijakan ini menyuntikkan motivasi besar bagi para guru untuk berdedikasi memajukan ekstrakurikuler wajib tersebut. Regulasi ini juga menandai pergeseran paradigma, dari sekadar kegiatan rutin menjadi indikator karier dan mutu pendidikan.

Transformasi yang dijalankan Kang DS menunjukkan bahwa pembinaan karakter bisa diukur dengan kinerja nyata. Mulai dari kuantitas pembina, kelayakan gugus depan, hingga insentif karier bagi para pendidik.

Follow www.jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: visi.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks