BANDUNG — Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung tidak lagi berjalan di tempat. Di bawah kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS, Kwarcab Kabupaten Bandung berhasil meraih predikat Kwartir Cabang Tergiat 1 Tingkat Wilayah V dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat.
Capaian ini menjadi bukti bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap kepramukaan merupakan investasi strategis pembangunan sumber daya manusia, bukan sekadar seremonial tahunan.
2.251 Pembina Baru Dikukuhkan Serentak
Langkah pertama yang ditempuh Kang DS adalah memperkuat kualitas pembina di tingkat sekolah. Untuk mengatasi kekurangan pelatih bersertifikasi, sebanyak 2.251 peserta Kursus Mahir Dasar (KMD) dikukuhkan secara serentak.
Inagurasi ini menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia dan memastikan setiap sekolah memiliki tenaga pengajar karakter dengan standar kompetensi yang jelas.
434 Gugus Depan Raih Sertifikat Akreditasi Nasional
Standardisasi organisasi juga menjadi perhatian serius. Sebanyak 434 Gugus Depan (Gudep) di Kabupaten Bandung kini resmi terakreditasi dan telah menerima sertifikat kelayakan organisasi nasional.
Dengan akreditasi ini, kualitas pembinaan Pramuka diharapkan setara bagi seluruh pelajar, termasuk mereka yang berada di pelosok desa.
Prestasi Pramuka Jadi Syarat Pengangkatan Kepala Sekolah
Terobosan paling strategis datang lewat regulasi. Dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab), Kang DS menetapkan bahwa prestasi di bidang kepramukaan menjadi salah satu poin pertimbangan dalam pengangkatan kepala sekolah.
Kebijakan ini menyuntikkan motivasi besar bagi para guru untuk berdedikasi memajukan ekstrakurikuler wajib tersebut. Regulasi ini juga menandai pergeseran paradigma, dari sekadar kegiatan rutin menjadi indikator karier dan mutu pendidikan.
Transformasi yang dijalankan Kang DS menunjukkan bahwa pembinaan karakter bisa diukur dengan kinerja nyata. Mulai dari kuantitas pembina, kelayakan gugus depan, hingga insentif karier bagi para pendidik.