Berat Badan Bayi 4-6 Bulan Hanya 2 Kg, Begini Standar Ideal Menurut WHO

Penulis: Bayu Nugroho  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:08:01 WIB
Berat badan bayi laki-laki berusia 4-6 bulan di Mandailing Natal tercatat 2 kilogram, jauh di bawah standar ideal WHO.

JAWA BARAT — Media sosial dihebohkan dengan kondisi seorang bayi berusia sekitar 4 hingga 6 bulan yang memiliki berat badan hanya 2 kilogram. Bayi tersebut berasal dari keluarga dengan delapan anak yang mengalami keterbatasan ekonomi di Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Publik pun ramai menyampaikan simpati dan keprihatinan karena bayi laki-laki itu terlihat sangat kurus dan diduga kuat mengalami masalah gizi serius.

Standar Berat Badan Ideal Bayi Usia 4-6 Bulan

Untuk memastikan tumbuh kembang si kecil berjalan optimal, penting untuk mengetahui standar berat badan yang ideal. Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berikut rentang berat badan ideal untuk bayi laki-laki:

  • Usia 4 bulan: berat badan ideal berkisar antara 5,6 hingga 7,8 kilogram.
  • Usia 6 bulan: berat badan ideal seharusnya mencapai 6,4 hingga 8,8 kilogram.

Dari data tersebut, berat badan 2 kilogram pada bayi usia 4-6 bulan berada jauh di bawah standar minimal. Bahkan, angka ini lebih rendah dari berat lahir normal bayi cukup bulan yang berkisar antara 2,5 hingga 4 kilogram. Kondisi ini menandakan gangguan pertumbuhan ekstrem atau gizi buruk yang membutuhkan penanganan medis darurat.

Pentingnya ASI Eksklusif dan Kesiapan MPASI

Dalam kasus yang viral, ibu bayi sempat mengunggah video dirinya menyuapi sang buah hati dengan bubur. Padahal, WHO menegaskan bahwa bayi disarankan menerima ASI eksklusif hingga genap berusia 6 bulan. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) terlalu dini, terutama di usia 4 bulan, perlu dipertimbangkan dengan sangat matang.

Jika ibu ingin memulai MPASI di usia 4-6 bulan, pastikan si kecil sudah menunjukkan tanda-tanda kesiapan yang jelas, seperti:

  • Mampu duduk tegak dengan kepala dan leher yang stabil.
  • Refleks menjulurkan lidah (ekstrusi) sudah berkurang atau hilang.
  • Menunjukkan ketertarikan atau minat pada makanan yang dilihatnya.
  • Mampu menutup mulut dengan baik untuk menelan makanan.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Berat badan yang tidak kunjung naik atau berada jauh di bawah kurva pertumbuhan adalah tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan. Jika ibu melihat pertumbuhan si kecil tidak sesuai standar, terutama jika berat badannya stagnan atau turun, segera konsultasikan dengan dokter anak. Penanganan dini oleh tenaga medis sangat penting untuk mencegah dampak buruk jangka panjang pada perkembangan otak dan fisik anak.

Memantau tumbuh kembang bayi adalah kewajiban orang tua. Dengan mengetahui standar berat badan ideal dan tahapan pemberian makan yang tepat, ibu bisa memastikan si kecil mendapatkan nutrisi terbaik di masa emas pertumbuhannya.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: tvonenews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top