Pencarian

Review Samsung Galaxy Watch9 dan Watch Ultra2: AI Jadi Otak Baru di Pergelangan Tangan, tapi Ada

Senin, 03 Agustus 2026 • 12:04:31 WIB
Review Samsung Galaxy Watch9 dan Watch Ultra2: AI Jadi Otak Baru di Pergelangan Tangan, tapi Ada
Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2 di Tangerang, Jumat (31/7/2026).

JAWA BARAT — Angka 2,5 juta pengguna aktif Samsung Health di Indonesia jadi sinyal kuat: pasar smartwatch lokal sudah bergeser dari sekadar aksesori gaya ke alat kesehatan preventif. Samsung merespons tren ini lewat Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2 yang diperkenalkan di Tangerang, Jumat (31/7/2026). Kedua perangkat ini bukan sekadar penerus generasi sebelumnya, melainkan ujung tombak strategi Samsung menjadikan jam tangan sebagai "health companion" yang bekerja 24 jam.

One UI 9 dan Sensor BioActive: Data Mentah yang Diubah Jadi Rekomendasi

Perbedaan paling mendasar dari generasi sebelumnya ada di perangkat lunak. One UI 9 yang terintegrasi dengan Samsung Health membawa empat fitur baru: Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, dan Fitness Index. Fitur-fitur ini memproses data mentah dari Samsung BioActive Sensor—yang mengukur detak jantung istirahat, Heart Rate Variability (HRV), laju pernapasan, suhu kulit, dan SpO2—menjadi insight yang bisa ditindaklanjuti.

"Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 bukan hanya smartwatch yang digunakan ketika berolahraga. Sebagai health companion, keduanya membantu pengguna memahami sinyal tubuh sepanjang hari," ujar MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, Tipe Sultan, dalam acara Move Beyond The Limits di Tangerang.

Fitur Heart Health Score menjadi yang paling menarik. Sistem menggabungkan data kualitas tidur, aktivitas harian, komposisi tubuh, dan tingkat stres untuk memberi ringkasan kondisi kardiovaskular. Ini bukan sekadar angka detak jantung, melainkan interpretasi menyeluruh yang biasanya hanya bisa didapat dari konsultasi medis.

Pemantauan 24 Jam: Dari Kualitas Tidur Sampai Pemulihan Otot

Pendekatan Samsung kali ini jelas: kesehatan tidak dimulai saat kamu memakai sepatu lari, tapi sejak kepala menyentuh bantal. Data biometrik yang dikumpulkan saat tidur menjadi fondasi rekomendasi intensitas latihan keesokan harinya. Daily Cardio Load, misalnya, memberi tahu apakah tubuhmu siap untuk latihan berat atau justru butuh recovery day.

Sistem ini bekerja sebagai siklus: tidur berkualitas ? skor kesiapan tubuh tinggi ? rekomendasi latihan lebih intens ? pemulihan terukur ? tidur semakin baik. Ini membedakannya dari kebanyakan smartwatch di pasaran yang hanya mencatat aktivitas, tanpa memberi konteks apakah aktivitas itu justru berlebihan atau kurang.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

  • Harga premium: Posisi Galaxy Watch9 dan Watch Ultra2 jelas di segmen atas. Buat yang hanya butuh notifikasi dan hitung langkah, smartwatch Rp 2-4 jutaan sudah lebih dari cukup.
  • Eksekusi fitur AI: Samsung belum membeberkan detail akurasi algoritma Heart Health Score. Perlu pengujian jangka panjang untuk memastikan rekomendasinya masuk akal secara medis, bukan sekadar angka yang dihias.
  • Daya tahan baterai: Belum ada angka resmi untuk pasar Indonesia. Pemantauan 24 jam dengan sensor aktif biasanya menguras baterai lebih cepat—ini yang harus diuji dalam pemakaian nyata.
  • Ekosistem: Fitur lengkap hanya bisa dinikmati maksimal jika terhubung dengan smartphone Samsung. Pengguna merek lain mungkin kehilangan sebagian fungsi.

Kesimpulan: Layak untuk Siapa?

Galaxy Watch9 dan Watch Ultra2 jelas bukan untuk semua orang. Jam tangan ini dirancang untuk mereka yang serius menjadikan kesehatan sebagai prioritas—pelari yang ingin memahami recovery, pekerja dengan stres tinggi yang butuh monitoring HRV, atau lansia yang ingin memantau kondisi jantung secara berkelanjutan.

Yang perlu diingat: semua klaim AI dan sensor canggih ini masih butuh pembuktian di lapangan. Kami akan menguji apakah skor Vitals dan Heart Health Score benar-benar konsisten dengan kondisi tubuh nyata, seberapa akurat pelacakan tidurnya, dan apakah baterainya sanggup menemani pemantauan 24 jam tanpa drama. Sampai pengujian tuntas, anggap fitur-fitur ini sebagai panduan, bukan

Follow www.jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: amp.suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks