Pencarian

Jembatan Leuwidinding di Sukabumi Putus Akibat Banjir Akhir 2025, Pembangunan Dimulai September 2026

Kamis, 23 Juli 2026 • 14:55:31 WIB
Jembatan Leuwidinding di Sukabumi Putus Akibat Banjir Akhir 2025, Pembangunan Dimulai September 2026
Warga menyeberangi Sungai Cimandiri menggunakan perahu setelah Jembatan Leuwidinding putus akibat banjir bandang akhir 2025 di Sukabumi.

SUKABUMI — Warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, selama berbulan-bulan harus menyeberangi Sungai Cimandiri menggunakan perahu. Pasalnya, Jembatan Leuwidinding yang menjadi akses utama penghubung desa mereka dengan Kecamatan Gunungguruh putus akibat banjir bandang pada akhir 2025.

Kabar baik akhirnya datang. Jembatan tersebut akan segera dibangun kembali melalui skema kolaborasi antara TNI AL, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, dan dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT CMNP.

Bentang 84 Meter, Konstruksi Gantung

Kepala Dinas Teritorial Koarmada RI, Kolonel Laut (P) Jan Lucky Boy Siburian, mengatakan pembangunan direncanakan dimulai pada awal minggu pertama September 2026. Pihaknya bahkan berharap waktu tersebut bisa dimajukan.

“Kami menggandeng CSR dari PT CMNP. Kami berkolaborasi juga dengan pemerintah setempat, dengan camat, lurah, dan perangkat desa lainnya, untuk bersama-sama membangun jembatan ini,” kata Boy, Selasa (21/7/2026).

Jembatan baru akan menggunakan konstruksi gantung, sama seperti jembatan sebelumnya, dengan bentangan rencana sepanjang 84 meter. Namun, spesifikasi itu masih akan dikaji ulang demi faktor keamanan.

“Rencana di 84 meter, tapi kita lihat untuk keamanan menjadi prioritas kita bersama agar jembatan ini dapat dipergunakan dengan baik,” ujarnya.

Mengapa Musim Kemarau Jadi Momen Kunci?

Boy menjelaskan, musim kemarau saat ini dinilai sangat mendukung mobilisasi material ke lokasi pembangunan. Ia berharap pengerjaan bisa dimulai lebih awal dari jadwal yang ditetapkan.

Pihaknya telah melakukan survei awal dan survei lanjutan kedua untuk menentukan titik-titik yang akan digunakan. Rapat dengan pemerintah setempat juga telah digelar untuk memastikan tidak ada kendala terkait aset maupun lahan.

Jembatan lama yang sudah tidak layak akan dibongkar. PT CMNP kemudian akan menentukan titik pembangunan baru yang lebih aman dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sekitar.

Akses Vital yang Terputus Berbulan-bulan

Sebelum putus, Jembatan Leuwidinding merupakan infrastruktur vital bagi warga Desa Tanjungsari. Jembatan itu menjadi jalur utama menuju Kecamatan Gunungguruh, tempat warga biasa mengakses pasar, sekolah, dan layanan kesehatan.

Sejak jembatan ambruk akibat banjir akhir 2025, warga terpaksa menggunakan perahu untuk menyeberangi Sungai Cimandiri. Aktivitas ekonomi dan sosial pun terganggu selama berbulan-bulan. Pembangunan kembali jembatan ini diharapkan bisa memulihkan akses dan mobilitas warga secara penuh.

Follow www.jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: visi.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks