BANDUNG — Kereta api jarak jauh Cikuray (KA Cikuray) menempati posisi teratas sebagai moda transportasi favorit di Daop 2 Bandung selama semester pertama 2026. Tingkat okupansi kereta yang melayani rute ini tercatat melampaui rata-rata kereta lain di wilayah tersebut.
Manajer Humas Daop 2 Bandung menyebutkan, tren peningkatan jumlah penumpang KA Cikuray konsisten terjadi setiap bulannya. Angka keterisian penumpang bahkan kerap menyentuh 100 persen pada akhir pekan dan musim liburan.
Rute dan Daya Tarik KA Cikuray
KA Cikuray melayani rute dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, menuju Stasiun Garut dan sebaliknya. Kereta ini menjadi salah satu andalan bagi warga Garut dan sekitarnya yang beraktivitas ke Jakarta.
Harga tiket yang relatif terjangkau menjadi salah satu faktor utama tingginya minat penumpang. Selain itu, waktu tempuh yang lebih singkat dibandingkan moda transportasi darat lain menjadi nilai tambah.
Jadwal dan Frekuensi Perjalanan
Kereta ini beroperasi dengan jadwal yang konsisten setiap harinya. Keberangkatan dari Stasiun Garut menuju Jakarta dan sebaliknya dijadwalkan pada pagi dan sore hari.
Peningkatan jumlah penumpang juga didorong oleh perbaikan layanan di atas kereta. Pihak Daop 2 Bandung memastikan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama, termasuk kebersihan kabin dan ketepatan waktu keberangkatan.
Dampak bagi Perekonomian Lokal
Tingginya okupansi KA Cikuray berdampak positif terhadap pergerakan ekonomi di Garut. Mobilitas warga yang lebih lancar memudahkan distribusi barang dan jasa dari pusat kota ke daerah.
Peningkatan jumlah penumpang juga mendorong pertumbuhan usaha kecil di sekitar stasiun. Pedagang dan penyedia jasa transportasi lokal turut merasakan dampak dari ramainya aktivitas kereta api ini.
Pihak Daop 2 Bandung menyatakan akan terus memantau perkembangan okupansi KA Cikuray. Jika tren positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin frekuensi perjalanan akan ditambah pada semester kedua 2026.