Pencarian

Pemprov Jabar Perkuat Layanan Psikolog Klinis hingga ke Puskesmas, Target 5.312 Desa Terjangkau

Minggu, 19 Juli 2026 • 16:03:31 WIB
Pemprov Jabar Perkuat Layanan Psikolog Klinis hingga ke Puskesmas, Target 5.312 Desa Terjangkau
Psikolog klinis mengikuti pembekalan di UPTD Pelatihan Kesehatan, Bandung, Sabtu (18/7/2026).

BANDUNG — Pemprov Jabar tidak hanya membekali keterampilan baru bagi psikolog klinis, tetapi juga mengubah strategi pendekatan layanan. Para tenaga kesehatan diminta tidak lagi menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, melainkan aktif menjemput bola dengan turun langsung ke masyarakat.

“Tidak bisa hanya menunggu masyarakat datang, tapi psikolog yang datang ke masyarakat,” kata Herman Suryatman dalam pembekalan di UPTD Pelatihan Kesehatan, Sabtu (18/7/2026).

Angka Kemiskinan dan Pengangguran Jadi Pemicu

Langkah ini dilatarbelakangi sejumlah tantangan sosial yang masih membayangi Jabar. Data yang dihimpun Pemprov menunjukkan tingkat kemiskinan mencapai 6,78 persen dan pengangguran 6,64 persen.

Dua indikator itu dinilai rentan memicu gangguan kesehatan jiwa di tengah masyarakat. Karena itu, Herman menekankan pentingnya kehadiran psikolog klinis di puskesmas-puskesmas yang tersebar hingga tingkat kecamatan dan desa.

Pelatihan Bukan Sekadar Sertifikasi

Ketua TP PKK Jawa Barat, Samantha Dewi Erwan, menyebut penguatan ini bukan sekadar menambah sertifikat. Tujuannya agar layanan psikologi klinis benar-benar maksimal dan dirasakan langsung oleh warga.

“Ini penting untuk masyarakat, layanan kesehatan bisa makin maksimal,” ujar Samantha dalam kesempatan yang sama.

Para tenaga kesehatan yang mengikuti pembekalan tidak hanya berperan sebagai garda terdepan layanan, tetapi juga sebagai pembimbing klinis lapangan, khususnya untuk layanan kesehatan jiwa.

Bagaimana Mekanismenya di Lapangan?

Pemprov Jabar mendorong psikolog klinis untuk lebih aktif melakukan kunjungan ke komunitas, bukan sekadar membuka praktik di puskesmas. Pendekatan ini diharapkan bisa menurunkan stigma masyarakat terhadap konsultasi psikologi.

Dengan cakupan wilayah yang luas—627 kecamatan, 5.312 desa, dan 645 kelurahan—Herman mengakui tantangan distribusi tenaga psikolog masih besar. Namun, penguatan keterampilan yang dilakukan secara bertahap diyakini bisa mempercepat perluasan akses.

“Kami harap psikolog klinis dapat hadir di puskesmas yang tersebar di 5.312 desa,” cetusnya.

Follow www.jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabarekspres.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks