GARUT — Kepala Dishub Kabupaten Garut, Satria Budi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan panitia untuk mengatur arus lalu lintas dan area parkir kendaraan. Langkah ini diambil mengingat lokasi festival yang berada di kawasan pegunungan Cisurupan memiliki medan yang terbatas untuk menampung kendaraan dalam jumlah besar.
Kapasitas Parkir: 200 Mobil di Lokasi Utama, Lahan Cadangan di Gunung Jaya
Menurut Satria, panitia telah menyediakan kantong parkir utama di sekitar lokasi festival dengan kapasitas sekitar 200 kendaraan roda empat. "Kita siap membantu pengaturan untuk perparkiran bersama panitia, sementara ini ada dua kantong parkir yakni sekitar lokasi dan di kawasan Gunung Jaya," ujarnya di Garut, Jumat.
Selain itu, Dishub juga menyiapkan kantong parkir alternatif di Lapangan Cisurupan. Meski jaraknya cukup jauh dari arena utama, panitia akan menyediakan kendaraan antar-jemput gratis bagi peserta dan pengunjung yang memarkir kendaraannya di lokasi tersebut.
Mengapa Parkir Jadi Prioritas? Banyak Peserta Bawa Layang-Layang Berukuran Besar
Satria menjelaskan, kebutuhan lahan parkir yang luas tidak terlepas dari karakteristik peserta festival. Banyak di antara mereka yang membawa kendaraan pribadi untuk mengangkut layang-layang berukuran besar dan peralatan pendukung. "Para peserta festival tentu akan membawa kendaraan sendiri untuk mengangkut layang-layang," katanya.
Tak hanya peserta, gelaran internasional ini juga diprediksi akan menarik minat masyarakat umum dari berbagai daerah. Ribuan pengunjung diperkirakan datang menggunakan sepeda motor maupun mobil pribadi, sehingga pengaturan parkir menjadi krusial untuk menghindari kemacetan di jalur menuju kawasan Tepas Papandayan.
Rekayasa Lalu Lintas: Rambu dan Petugas Disiagakan di Titik Rawan
Dishub Garut tidak hanya fokus pada penyediaan lahan parkir. Satria menambahkan bahwa pihaknya akan memasang rambu-rambu lalu lintas dan menerjunkan petugas di lapangan untuk mengatur keluar-masuk kendaraan. "Nanti kita juga akan menyiapkan rambu-rambu, dan petugas di lapangan agar lalu lintas lancar, dan parkir kendaraan tertata," ujarnya.
Jalur alternatif juga akan disiapkan untuk mengurai kepadatan di jalan utama menuju lokasi festival. Langkah ini diambil sebagai antisipasi lonjakan volume kendaraan selama lima hari penyelenggaraan acara.
Festival Bertaraf Internasional: 13 Negara dan 7 Provinsi Siap Tampil
Garut International Kite Festival 2026 direncanakan menjadi salah satu agenda wisata unggulan Kabupaten Garut. Acara ini akan diikuti peserta dari 13 negara di Asia dan Eropa, serta tujuh provinsi di Indonesia. Dengan persiapan infrastruktur yang matang, pemerintah daerah berharap festival ini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan dan memperkenalkan potensi alam Cisurupan ke kancah global.