KUNINGAN — Proses pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana, masih berlangsung intensif hingga Kamis pagi. Tim gabungan kewalahan memadamkan bara api yang bersarang di dalam tumpukan material sampah yang volumenya mencapai ratusan ton per hari.
Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan, Andri Arga Kusumah, menyebutkan sedikitnya empat unit kendaraan pemadam telah diterjunkan ke lokasi sejak laporan kebakaran masuk sekitar pukul 05.00 WIB. "Sementara kendaraan pemadam kebakaran ada 4 unit di lokasi kejadian. Mobil Randis Damkar diterjunkan 2 unit, Batalyon 1 unit, dan Kodim 1 unit randis," ujarnya.
Penanganan kebakaran tidak hanya mengandalkan armada damkar. Personel TNI dari Yonif TP 839/Satria Abyakta ikut dikerahkan dengan membawa kendaraan dinas pemadam. BPBD Kuningan juga memperkuat tim dengan menerjunkan 12 personel serta dua kendaraan dinas yang difungsikan untuk menyuplai air dan melakukan penyemprotan ke titik-titik yang terbakar.
Bantuan dari berbagai instansi ini dinilai krusial. Pasalnya, hingga pukul 08.00 WIB, kobaran api justru dilaporkan semakin membesar dan membubung tinggi. Material sampah yang mudah terbakar membuat api cepat merambat ke bagian lain, sementara bara di dalam timbunan berpotensi memunculkan kembali titik api kapan saja.
Tantangan terbesar petugas adalah besarnya skala lokasi kebakaran. TPSA Ciniru memiliki luas sekitar 5,5 hektare dan setiap harinya menampung sampah hingga sekitar 260 ton. Tingginya volume timbunan membuat proses pemadaman tidak bisa hanya menyasar api di permukaan, tetapi juga harus mengantisipasi bara yang tersimpan di bagian dalam.
Kondisi ini memaksa petugas melakukan penyemprotan secara terus-menerus dan mengerahkan pasokan air dalam jumlah besar. Proses pemadaman diperkirakan memakan waktu lebih lama dibandingkan kebakaran bangunan pada umumnya karena api menjalar di dalam material padat.
Agar proses pemadaman tidak terhambat, personel Satlantas Polres Kuningan turut diterjunkan ke sekitar TPSA. Polisi melakukan pengaturan lalu lintas untuk memastikan mobilitas kendaraan pemadam dan truk suplai air bisa bergerak lancar menuju titik api.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya api masih dalam proses penyelidikan petugas. Pendataan terhadap area yang terdampak kebakaran juga masih terus dilakukan untuk mengetahui skala kerusakan dan potensi kerugian. Sementara itu, warga sekitar diimbau untuk tetap waspada terhadap kepulan asap tebal yang dapat mengganggu kesehatan.