Normalisasi Cisungalah di Solokanjeruk: Bupati Bandung Targetkan 3 TPT Kritis Rampung Sebelum Musim Hujan, Tanpa Pembebasan Lahan

Penulis: Agus Hermawan  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:25:01 WIB
Bupati Bandung meninjau normalisasi Sungai Cisungalah di Solokanjeruk yang menargetkan tiga TPT kritis rampung sebelum musim hujan.

BANDUNG — Pemerintah Kabupaten Bandung memastikan tiga titik Tembok Penahan Tanah (TPT) yang tersisa di Sungai Cisungalah, Kecamatan Solokanjeruk, menjadi prioritas sebelum puncak musim hujan. Bupati Bandung Dadang Supriatna menargetkan pengerjaan dimulai sesegera mungkin dengan skema yang tidak menyentuh hak kepemilikan tanah warga.

Instruksi tegas telah dilayangkan kepada Dinas PUPR untuk menghitung kebutuhan anggaran dan mengirim material bangunan ke lokasi. “Ini menyangkut nyawa manusia. Mumpung masih kemarau, harus segera dibangun,” ujar Dadang yang akrab disapa KDS di sela acara Tasyakur Binikmat, Selasa (11/8/2026).

Mengapa Pelebaran Sungai Jadi Syarat Mutlak?

Normalisasi yang telah berjalan berhasil menambah kedalaman sungai dari rata-rata 2 meter menjadi hingga 6 meter. Namun, kapasitas tersebut dinilai belum cukup untuk mengakomodasi debit air dari hulu.

Dadang menegaskan badan sungai perlu dilebarkan hingga 8 meter. Kebijakan ini menjadi tantangan tersendiri karena dilakukan tanpa pembebasan lahan baru, mengandalkan kompromi teknis di lapangan.

“Kunci keberhasilan pentahelix adalah amanah. Semoga kontribusi materi, pikiran, dan tenaga dicatat sebagai amal baik,” kata KDS sembari mengapresiasi swadaya masyarakat yang tetap bekerja menggunakan alat manual saat backhoe tidak bisa masuk.

15 Tahun Minim Penanganan, Kini 10 dari 13 TPT Rampung

Camat Solokanjeruk Rahmatullah Mukti Prabowo mengungkapkan, antusiasme warga muncul setelah sungai tersebut nyaris tidak tersentuh perbaikan selama 15 tahun. Dari total 13 titik TPT yang ambruk, sepuluh di antaranya telah diselesaikan melalui kolaborasi dan swadaya.

Sisa tiga titik rawan dengan panjang 15-26 meter kini membutuhkan intervensi langsung dari dinas dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. Selain TPT, saluran irigasi yang tersumbat lumpur juga menjadi catatan agar lahan pertanian warga tidak terganggu.

Transparansi Dana Donatur dan Keberlanjutan Program

Program Pentahelix yang melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan media ini mendapat sorotan khusus terkait pengelolaan dana. Ketua Tim Pentahelix Asep Hana Kirana diminta menyajikan laporan rinci kepada seluruh donatur, termasuk PT Kahatex yang menjadi penyumbang terbesar.

Model kolaborasi serupa tengah berjalan di 12 titik lain yang tersebar di Majalaya, Bojongsoang, Dayeuhkolot, dan Banjaran. Dadang berharap skema ini terus berlanjut melalui program padat karya desa.

“Normalisasi Sungai Cisungalah hari ini bukan akhir, melainkan awal dari budaya tangguh bencana yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung,” pungkasnya.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: spirits.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top