JAWA BARAT — Kabar ini pertama kali mencuat setelah penampilan mendadak batal di Riverbend Music Center, Cincinnati, pada 9 Agustus 2026. Manajemen saat itu hanya menyebut perlunya prosedur medis segera, tanpa memberikan detail lebih lanjut. Kini, pihak keluarga memastikan bahwa Stewart, 81 tahun, telah menjalani operasi pemasangan stent untuk membuka penyumbatan pada arteri jantungnya.
Prosedur tersebut dilaporkan berjalan lancar. Namun, tim dokter yang menangani penyanyi asal Inggris ini mewajibkan istirahat total selama kurang lebih satu bulan sebelum ia diizinkan kembali naik ke atas panggung. Konsekuensinya, jadwal padat yang sudah dirancang untuk paruh kedua tahun ini harus dikorbankan demi pemulihan.
Pembatalan ini tidak hanya menyentuh satu lokasi. Rangkaian konser di Amerika Serikat bagian tengah dan barat menjadi korban pertama, dengan beberapa pertunjukan besar batal digelar. Berikut agenda yang dipastikan ditunda:
Stewart dikenal sebagai pekerja keras yang jarang absen dari tur. Semangatnya untuk terus tampil di usia senja memang tak pernah pudar, namun kondisi fisik akhirnya memaksa sang rocker untuk berkompromi. Keputusan untuk membatalkan konser diambil setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung, yang menilai risiko pendarahan atau komplikasi pasca-operasi terlalu tinggi jika ia memaksakan diri tampil dalam waktu dekat.
Pemasangan stent koroner sendiri merupakan prosedur standar untuk mengatasi penyempitan pembuluh darah. Tindakan ini bertujuan memulihkan aliran darah ke otot jantung secara instan, sekaligus mencegah serangan jantung berulang. Meski terbilang invasif minimal, masa pemulihan tetap menjadi fase krusial, terutama bagi pasien berusia lanjut.
Pihak promotor di masing-masing kota telah diinstruksikan untuk menginformasikan mekanisme pengembalian dana penuh kepada para pemegang tiket. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai jadwal pengganti (reschedule). Manajemen Stewart hanya menyatakan akan mengevaluasi kondisi kesehatannya secara berkala dan mengumumkan kelanjutan tur pada akhir September mendatang.
Untuk penggemar di Las Vegas, penundaan ini menjadi pukulan ganda. Pasalnya, jadwal residensi di sana biasanya terjual habis jauh-jauh hari dan menjadi magnet wisatawan. Meski demikian, sumber dari tim manajemen menegaskan bahwa One Last Time Tour tidak akan dihentikan permanen, melainkan hanya ditangguhkan sementara hingga sang legenda dinyatakan pulih total oleh tim medisnya.