ISEW 2026 Tekankan Proyek Energi yang Bankable, Bukan Sekadar Target Ambisius

Penulis: Bayu Nugroho  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:14:01 WIB
Direktur Transmisi, Ketenagalistrikan, Kedirgantaraan, dan Antariksa Bappenas, Yusuf Suryanto, menekankan pentingnya realisasi investasi proyek energi yang bankable dalam ISEW 2026.

JAWA BARAT — ISEW 2026 yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian ESDM, serta didukung Pemerintah Jerman, tidak lagi berfokus pada angka target bauran energi. Direktur Transmisi, Ketenagalistrikan, Kedirgantaraan, dan Antariksa Bappenas, Yusuf Suryanto, menegaskan bahwa tantangan Indonesia adalah memastikan target tersebut diwujudkan dalam bentuk investasi dan proyek yang berdampak nyata bagi ekonomi.

Menggeser Fokus dari Kebijakan ke Eksekusi Proyek

Hari pertama ISEW mengusung tema "From Targets to Action: Delivering Indonesia's Energy Transition". Pembahasan mencakup ketahanan energi, investasi swasta, hingga reformasi ketenagalistrikan. Forum ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan teknis investor di lapangan.

Kolaborasi menjadi kata kunci utama. Selain sesi panel, acara ini menghadirkan pameran teknologi dan business matchmaking yang diharapkan menghasilkan kesepakatan konkret. ISEW 2026 juga digelar bersamaan dengan Indosolar 2026 oleh AESI untuk memperkuat rantai industri energi surya nasional.

Energi Surya: Masalahnya Bukan Teknologi, tapi Pembiayaan

Mada Ayu Habsari menilai industri surya Indonesia sudah memiliki teknologi yang mumpuni. Persoalan yang menghambat pertumbuhan bukan lagi pada ketersediaan perangkat, melainkan pada struktur pembiayaan proyek. Banyak pengembang kesulitan mendapatkan skema pendanaan karena proyek dianggap belum bankable bagi perbankan.

Oleh karena itu, sesi pada 20 Agustus akan menyoroti strategi de-risking proyek dan inovasi pembiayaan energi terbarukan. Diskusi ini menyasar kalangan perbankan dan investor institusional yang selama ini menahan diri karena tingginya risiko persepsi di proyek infrastruktur hijau.

Dukungan Jerman dan Bukti Proyek Nyata

Kerja sama Indonesia-Jerman menjadi pilar penting dalam forum ini. Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan, dijadwalkan hadir membuka acara bersama perwakilan Bappenas dan Kementerian ESDM. Kehadiran pejabat tinggi Jerman menegaskan komitmen pendanaan internasional untuk transisi energi di Indonesia.

Rangkaian kegiatan tidak hanya berhenti di ruang konferensi. Panitia juga menjadwalkan peluncuran fasilitas pendingin bertenaga surya di IPB University serta kunjungan lapangan ke PLTS Terapung Cirata. Kunjungan ini untuk memperlihatkan sistem prakiraan cuaca yang mendukung integrasi energi terbarukan ke jaringan listrik nasional.

Hambatan Implementasi dan Peran Sektor Swasta

Meski target pemerintah sudah jelas, eksekusi di lapangan kerap terhambat regulasi dan koordinasi antarinstansi. ISEW 2026 mengakomodasi hal ini melalui sesi khusus yang membahas hambatan implementasi dan pengadaan energi terbarukan. Sesi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang bisa langsung diadopsi oleh kementerian terkait.

Forum ini menegaskan bahwa transisi energi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Keberhasilan program bergantung pada kolaborasi erat antara pemerintah, industri, investor, akademisi, dan masyarakat untuk mengubah ambisi kebijakan menjadi aksi nyata.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: pasardana.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top