Esport Kapolri Cup 2026 Resmi Dibuka: 35.936 Peserta Siap Bertarung di MLBB hingga CTF

Penulis: Candra Setiabudi  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 01:10:01 WIB
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo membuka Grand Final E-Sports Kapolri Cup 2026 di Jawa Barat pada 8-9 Agustus 2026.

JAWA BARAT — Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo secara resmi membuka Grand Final E-Sports Kapolri Cup 2026 yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026. Mengusung tema "Dream to Become", turnamen ini digelar Polri bersama PBESI dan IESPA sebagai wadah pembinaan olahraga elektronik dan gerakan bakat digital.

Partisipasi tahun ini mencatat rekor dengan 35.936 peserta yang tersebar dari tingkat Polres hingga Mabes Polri. Seluruh peserta berstatus Duta Kamtibmas Siber, menjadikan turnamen ini lebih dari sekadar ajang adu skill di dalam game.

Mobile Legends Jadi Kategori Terbesar dengan 32.388 Peserta

Kategori Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) mendominasi dengan 32.388 peserta yang tergabung dalam 6.167 tim. Sistem kompetisi menggunakan format gugur tunggal dengan mode Custom Lobby Draft Pick, di mana babak penyisihan memakai Best of 3 dan final Best of 5.

Ketua Pelaksana Brigjen Adex Yudiswan menegaskan ajang ini dirancang berjenjang dari tingkat Polres, Polda, hingga Mabes Polri. "Kami ingin memastikan setiap talenta di daerah punya kesempatan yang sama untuk bersinar," ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Keamanan Siber dan Kreativitas Jadi Sorotan Utama

Capture The Flag (CTF) menjadi kategori paling krusial dengan 676 peserta dari jajaran siber. Kompetisi ini menguji kemampuan attack and hacking serta defense dalam simulasi keamanan digital. Kehadiran kategori ini menjawab kebutuhan mendesak akan SDM siber yang mumpuni di Indonesia.

Selain itu, Polri Youth Movement melibatkan 3.162 pelajar dari 120 Polsek jajaran Polda Metro Jaya melalui lomba yel-yel. Kategori Cosplay Character Defile juga diikuti 1.020 peserta perwakilan dari 34 Polda, sementara Influencer Hunt menjaring 508 kreator konten dari setiap Polres.

Polri Responsif terhadap Ancaman Siber di Kalangan Remaja

Wakapolri menyoroti data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tahun 2026 yang menempatkan Indonesia di posisi ke-4 dunia sebagai pengguna internet terbesar. Lebih dari 48% pengguna internet di tanah air adalah anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun.

"Tingginya angka partisipasi kelompok usia ini tentu menciptakan kerawanan tersendiri terhadap ancaman dan kejahatan siber. Peran Polri tidak hanya sebagai penjaga aktivitas di ruang siber, tetapi juga sebagai pengawas agar setiap aktivitas tetap produktif," ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Melalui turnamen ini, Polri ingin menunjukkan pendekatan baru terhadap generasi muda. Para peserta bukan sekadar berkompetisi, tetapi juga menempa diri melalui rangkaian kompetisi yang menguji keterampilan dan kreativitas.

Kategori Kompetisi Lengkap dan Format Pertandingan

Turnamen ini juga menghadirkan Trading Card Game (Pokémon & Reborn TCG) dengan 288 peserta dari komunitas. Sistem kualifikasi memakai Swiss-Round dengan pertandingan Best of 1. Sementara Cosplay Costume Competition diikuti 60 peserta dengan penilaian pada sesi Coswalk dan Cosplay Player Mingle.

Dengan total tujuh kategori lomba, E-Sports Kapolri Cup 2026 membuktikan diri sebagai ajang paling komprehensif untuk ekosistem gaming dan kreativitas digital di Indonesia. Turnamen ini menjadi bukti nyata bahwa Polri mampu menjadi sahabat bagi anak muda di ekosistem dunia digital.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: kalderanews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top