JAWA BARAT — Xiaomi kembali memanaskan persaingan di segmen tablet premium. Bocoran terbaru yang beredar dari sumber internal memperlihatkan tampilan menu About Device dari perangkat bernama Xiaomi Pad 8S Pro. Informasi ini sekaligus mengonfirmasi bahwa pabrikan asal China tersebut serius mengembangkan chipset buatan sendiri, Xring O3, untuk lini produk non-smartphone.
Dari bocoran yang beredar, Pad 8S Pro akan menjadi salah satu perangkat pertama yang ditenagai chipset Xring O3. Ini adalah penerus dari Xring O1 yang diperkenalkan tahun lalu. Belum ada detail arsitektur atau skor benchmark yang terungkap, tetapi kombinasi dengan RAM 16GB mengindikasikan target performa untuk multitasking berat dan produktivitas kelas atas.
Untuk daya tahan, perangkat ini dibekali baterai berkapasitas 12.000mAh. Angka ini lebih besar dari rata-rata tablet premium di kelasnya yang berkisar 10.000mAh, sehingga secara teori mampu bertahan lebih dari satu hari untuk pemakaian normal.
Bocoran juga mengungkap konfigurasi tiga kamera dengan spesifikasi sebagai berikut:
Resolusi kamera depan yang tinggi menegaskan bahwa perangkat ini dirancang untuk mendukung kebutuhan rapat virtual dan panggilan video. Sementara itu, tablet ini dijadwalkan membawa HyperOS 4 yang berbasis Android 17 langsung dari pabrik. Karena tampilan sistem yang bocor menggunakan bahasa Mandarin, peluncuran perdana kemungkinan besar terjadi di China terlebih dahulu.
Menurut laporan yang beredar, Pad 8S Pro diperkirakan akan diperkenalkan dalam beberapa pekan ke depan bersamaan dengan Xiaomi Mix Fold 5. Smartphone lipat tersebut juga disebut-sebut akan menggunakan chipset Xring O3 yang sama.
Pertanyaan besarnya adalah ketersediaan global. Sebagai catatan, perangkat dengan chipset Xring O1 sebelumnya hanya dipasarkan di China dan tidak pernah dirilis secara internasional. Jika pola ini berlanjut, pengguna di Indonesia mungkin harus menunggu lebih lama atau mencari alternatif dari lini Pad lainnya yang menggunakan chipset Qualcomm atau MediaTek.
Meski spesifikasi terdengar menggiurkan, ada beberapa hal yang perlu dicermati. Pertama, belum ada kepastian harga dan ketersediaan di pasar Indonesia. Kedua, performa Xring O3 masih menjadi tanda tanya besar—belum ada data benchmark independen yang bisa dijadikan acuan. Terakhir, ekosistem aplikasi dan dukungan pembaruan untuk chipset buatan Xiaomi juga perlu diverifikasi lebih lanjut.
Kita tunggu pengumuman resmi Xiaomi untuk mengetahui spesifikasi lengkap, harga, dan jadwal rilis pasti. Hingga saat ini, semua informasi masih berstatus bocoran dan bisa berubah sebelum peluncuran.