BANDUNG — Manika hadir bukan sekadar untuk mengisi perut. Tempat kuliner di tengah Kota Bandung ini menawarkan pengalaman makan yang membangkitkan kenangan rumah, lengkap dengan suasana santai untuk berkumpul.
Pengunjung bisa datang untuk menikmati hidangan, membaca buku, bermain gim, menonton bersama, hingga mendengarkan musik. Konsep itu berangkat dari gagasan sederhana bahwa makanan punya kekuatan menghadirkan kenangan dan mendekatkan orang-orang.
Filosofi Manik-Manik di Balik Nama Manika
Founder Manika, Ilona Annisa Ristiani, mengatakan nama tempat usahanya terinspirasi dari filosofi manik-manik. Benda kecil yang tampak cantik itu, menurutnya, akan memiliki nilai lebih ketika dirangkai menjadi sesuatu yang bermanfaat.
"Manik-manik itu memang cantik. Tapi kalau tidak diuntai menjadi sesuatu, hanya bisa dilihat. Ketika dirangkai menjadi gelang, kalung dan sebagainya, manik-manik menjadi lebih bermanfaat dan bermakna," kata Ilona di Manika, Kamis, 8 Oktober 2026.
Filosofi tersebut menjadi landasan dalam membangun Manika. Ilona tidak ingin tempat usahanya hanya menarik secara visual, tetapi juga mempunyai fungsi sosial dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Mempertemukan Kuliner Rumahan hingga UMKM
Seperti manik-manik yang dirangkai menjadi satu kesatuan, Manika ingin mempertemukan berbagai unsur dalam satu tempat. Mulai dari kuliner rumahan, komunitas, pelaku usaha kreatif, hingga UMKM yang memiliki produk untuk diperkenalkan kepada masyarakat.
Pendekatan itu menjadikan Manika bukan hanya tempat makan, melainkan ruang temu bagi berbagai kalangan. Kolaborasi dengan pelaku usaha kreatif dan UMKM menjadi bagian dari fungsi sosial yang ingin dihadirkan.
Menu Berganti Setiap Hari
Salah satu daya tarik Manika terletak pada pilihan makanannya. Berbeda dari tempat makan yang mengandalkan menu tetap, Manika menghadirkan setidaknya 10 pilihan menu yang disiapkan dengan variasi lauk dan sayuran berbeda setiap harinya.
Konsep masakan rumahan dengan menu yang selalu berganti memberi pengunjung alasan untuk datang kembali. Suasana ruang yang dirancang menyerupai rumah melengkapi pengalaman tersebut di tengah kesibukan perkotaan.
Manika ingin menjadi ruang bagi siapa saja yang ingin menikmati hidangan akrab di lidah sekaligus menghabiskan waktu dengan cara yang menyenangkan.