Pencarian

Program LUTD PLN Jabar Dorong Listrik Masuk Jadi Menghasilkan

Selasa, 06 Oktober 2026 • 14:06:23 WIB
Program LUTD PLN Jabar Dorong Listrik Masuk Jadi Menghasilkan
Program LUTD PLN UID Jabar perlu dorong perubahan dari sekadar listrik masuk menjadi listrik (Foto: NET)

BANDUNG — Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata menilai program Light Up the Dream (LUTD) perlu diarahkan tidak hanya untuk menambah sambungan listrik, tetapi juga mendorong produktivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat penerima manfaat.

“Stabilitas listrik adalah sebuah output, pintu awal untuk mendorong initial outcome dan ultimate outcome,” kata Bonti.

Menurut dia, ketersediaan listrik merupakan tahap awal yang perlu diikuti dengan ekosistem pendukung agar masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Listrik memungkinkan keluarga menjalankan berbagai aktivitas yang sebelumnya terbatas, mulai dari belajar, menyimpan makanan, menggunakan perangkat digital, hingga menjalankan usaha rumahan.

Karena itu, keberhasilan LUTD tidak cukup diukur dari jumlah rumah tangga yang memperoleh sambungan. Dampak terhadap produktivitas, pendapatan, dan kemandirian keluarga juga perlu diperhatikan.

“Ketika listrik hadir di suatu daerah, harus ada program lanjutan untuk membangun ekosistem yang integratif,” ujarnya.

Menurut Bonti, ekosistem tersebut dapat mencakup UMKM, alat produksi, pembiayaan, digitalisasi, pelatihan, hingga akses pasar.

Dengan ekosistem tersebut, masyarakat penerima manfaat dapat mengubah akses listrik menjadi kegiatan ekonomi. Pelaku usaha rumahan, misalnya, dapat menggunakan peralatan listrik untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Akses listrik juga perlu berjalan bersama internet dan teknologi digital. Keduanya dapat membuka akses terhadap informasi, pasar, layanan keuangan, serta peluang usaha.

Namun, Bonti mengatakan pemanfaatan teknologi perlu disertai literasi agar akses digital tidak hanya mendorong konsumsi, tetapi juga produktivitas.

Dalam konteks PLN UID Jawa Barat, ia menilai LUTD dapat menjadi pintu masuk untuk menghubungkan akses listrik dengan program pemberdayaan masyarakat sesuai potensi masing-masing wilayah.

Dukungan tersebut dapat berupa pelatihan, fasilitas produksi, teknologi, maupun penguatan UMKM. Pemerintah daerah juga perlu dilibatkan karena memiliki informasi mengenai kebutuhan dan potensi ekonomi masyarakat setempat.

Bonti menilai pendekatan tersebut akan mengubah orientasi program dari sekadar “listrik masuk” menjadi “listrik menghasilkan”.

Dengan demikian, akses energi dapat menjadi bagian dari rantai pembangunan yang mendorong produktivitas, peningkatan pendapatan, investasi, hingga penciptaan lapangan kerja.

Follow www.jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks