Pencarian

CdM Todotua Pasaribu Senang Target Emas Asian Games 2026 Terlampaui

Minggu, 04 Oktober 2026 • 20:34:30 WIB
CdM Todotua Pasaribu Senang Target Emas Asian Games 2026 Terlampaui
Chef de Mission Indonesia Todotua Pasaribu menyampaikan hasil akhir kontingen pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya.

JAWA BARAT — Kontingen Indonesia menutup Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya dengan 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Capaian itu melewati target empat emas yang dibebankan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, meski secara total menurun dibanding edisi Hangzhou 2022.

Chef de Mission Indonesia Todotua Pasaribu menyatakan kepuasannya atas hasil akhir kontingen di hari terakhir pelaksanaan, Minggu (4/10/2026). Indonesia finis di posisi ke-15 klasemen medali dengan koleksi 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

Jumlah itu melampaui target empat emas yang diberikan Kemenpora. Di sisi lain, raihan tersebut lebih rendah dari Hangzhou 2022 saat Indonesia membawa pulang 7 emas, 11 perak, dan 18 perunggu.

Sejumlah Nomor Unggulan Hilang dari Agenda

Penurunan raihan emas tak lepas dari sejumlah nomor yang tidak lagi dipertandingkan di Aichi-Nagoya. Menembak 10 m running target campuran dan putra, yang menyumbang dua emas di Hangzhou, absen dari daftar nomor.

Dragon Boat 1000m putra juga tidak dipertandingkan. Kondisi itu membuat Indonesia kehilangan beberapa peluang emas yang sebelumnya menjadi andalan.

"Alhamdulillah, puji syukur. Final per hari ini, setelah kita mengetahui total medali yang dicapai dan diraih oleh Tim Indonesia sebanyak 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak dan 23 perunggu. Tentunya ini adalah capaian yang terbaik," ujar Todotua di Rumah Indonesia (3/10).

Rekor Dunia Rahmat Erwin hingga Sejarah Bulutangkis

Sejumlah nomor justru mencetak sejarah dan rekor Asian Games. Lifter Rahmat Erwin mencatatkan total angkatan 366kg, yang menjadi rekor dunia di kelas 75kg.

Dari panjat tebing, Desak Made mengukir rekor Asia di kelas women speed dengan catatan waktu 6,062 detik. Cabang bulutangkis putra menambah sejarah dengan mengalahkan China di final, membawa Indonesia lepas dari kebuntuan medali emas Asian Games selama 28 tahun.

Panahan melahirkan sejarah lewat Nurisa Dian Ashrifa, atlet pertama yang mempersembahkan emas Asian Games untuk Indonesia di cabang tersebut. Kejutan datang dari cabor debutan seperti Teqball, Padel, MMA, dan Esport yang membawa pulang perak dan perunggu.

Filosofi Gorga dan Limar

Bagi Todotua, perjuangan atlet Indonesia di Aichi-Nagoya mengingatkan pada motif Gorga dan Limar yang dikenakan kontingen selama di Jepang. Gorga melambangkan kekuatan dan perlindungan, sementara Limar bermakna kehormatan dan keunggulan.

"Saya teringat saat defile pembukaan. Tim Indonesia berjalan membawa Gorga dan Limar. Gorga melambangkan kekuatan dan perlindungan, sementara Limar membawa makna kehormatan dan keunggulan. Hari ini, filosofi itu seperti menemukan maknanya sendiri," ucapnya.

Seluruh rangkaian kerja Tim CdM sejak persiapan, keberangkatan, hingga kepulangan akan menjadi bahan evaluasi yang dilaporkan kepada NOC dan Kemenpora. "Selebihnya nanti kita akan laporkan ke NOC dan juga kepada Kemenpora untuk menjadi suatu review bagi dunia industri olahraga nasional kita ke depannya," ujar Todotua.

Respons Cepat CdM Dipuji Pengurus Cabor

Ketua PB PABSI Rosan Roeslani memberi selamat kepada Todotua dan timnya dalam menangani berbagai dinamika selama Asian Games. Menurutnya, respons cepat CdM memberi rasa nyaman bagi atlet dan ofisial menjelang maupun saat bertanding.

"Mereka menyampaikan bahwa CdM dan tim sangat responsif dengan semua perkembangan dan tantangan yang ada, sehingga ini juga memberikan kenyamanan untuk para atlet dan ofisial saat akan bertanding. Harus kita acungi jempol," ujar Rosan.

Atlet tembak kategori Rifle, Vidya Rafika, menyebut kehadiran langsung CdM di lapangan tembak membuat para atlet merasa diperhatikan. "CdM juga datang langsung ke lapangan tembak dan menyoroti kita sebagai atlet dan kita, sebagai atlet bahagia dan senang dengan kehadiran tersebut," kata Fika.

Atlet wushu peraih medali perunggu, Thania Kusumaningtyas, menilai Todotua sebagai sosok yang ramah dan suportif. "Ramah dan support banget," ujarnya.

Follow www.jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sport.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks