MAJALENGKA — Bupati Majalengka Eman Suherman menyebut pelantikan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri membawa catatan tersendiri bagi Bumi Sindangkasih. Suyudi pernah bertugas sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dan sempat temu kangen dengan Eman di Pendopo Majalengka saat masih menjabat di lembaga antinarkotika tersebut.
Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026. Dalam upacara itu, Suyudi naik pangkat dari Komisaris Jenderal menjadi Jenderal Polisi.
Jejak Karier Suyudi di Majalengka 2014–2015
Majalengka menjadi salah satu titik awal perjalanan karier Suyudi di lingkungan Polri. Ia memimpin Polres Majalengka pada 2014–2015, sebelum berpindah ke sejumlah posisi strategis.
Setelah dari Majalengka, ia dipercaya menjabat Kapolres Bogor Kabupaten, Kapolresta Bogor Kota, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Wakapolda Metro Jaya, hingga Kapolda Banten.
Sebelum ditunjuk sebagai Kapolri, Suyudi menjabat Kepala BNN. Jabatan itu membuatnya sempat berinteraksi dengan sejumlah kepala daerah, termasuk Bupati Eman Suherman.
Ikatan Historis dengan Bumi Sindangkasih
Bagi masyarakat Kabupaten Majalengka, nama Suyudi memiliki catatan tersendiri. Kedekatan historis itu muncul karena ia pernah bertugas di wilayah tersebut sebelum kariernya menanjak ke tingkat nasional.
Pertemuan antara Eman dan Suyudi saat masih menjabat Kepala BNN di Universitas Majalengka dan Pendopo Majalengka menjadi bagian dari hubungan yang terbangun selama ini.
Proses Pergantian Kepemimpinan Polri
Pelantikan Suyudi menjadi bagian dari pergantian kepemimpinan di institusi Polri. Presiden Prabowo mengajukan Suyudi sebagai calon Kapolri, lalu DPR RI memberikan persetujuan sebelum pelantikan di Istana Negara.
Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai pimpinan tertinggi Polri. Pergantian ini menandai babak kepemimpinan baru di tubuh kepolisian nasional.