Pencarian

RUPSLB Telkom Setujui Spin-Off InfraNexia, Kelola 90 Persen Aset Jaringan

Kamis, 01 Oktober 2026 • 08:07:01 WIB
RUPSLB Telkom Setujui Spin-Off InfraNexia, Kelola 90 Persen Aset Jaringan
RUPSLB Telkom menyetujui pemisahan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia.

JAWA BARAT — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi memisahkan bisnis wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) setelah RUPSLB Rabu (30/9/2026) menyetujui transaksi afiliasi senilai Rp85,7 triliun. InfraNexia kini mengelola lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan TelkomGroup, termasuk serat optik sepanjang 112.000 kilometer. Langkah ini menjadi bagian dari strategi TLKM 30 untuk mempercepat transformasi Telkom dari Operating Holding menjadi Strategic Holding.

Paragraf pembuka: Persetujuan itu diraih setelah kuorum dan mayoritas pemegang saham independen terpenuhi sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. Bagi Telkom, pemisahan ini bukan sekadar reorganisasi aset, melainkan upaya membuka pintu monetisasi infrastruktur ke pasar business-to-business yang selama ini belum tergarap maksimal.

Apa Isi Kesepakatan RUPSLB

Rapat umum pemegang saham luar biasa yang digelar secara daring itu menetapkan dua agenda utama: spin-off InfraCo dan perubahan susunan pengurus perseroan. Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyebut persetujuan pemegang saham sebagai tonggak penting perjalanan transformasi perusahaan.

"Atas nama direksi Perseroan, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan yang senantiasa menyertai perjalanan transformasi Telkom. Kepercayaan yang diberikan kepada Telkom atas Spin-Off InfraCo ini menjadi langkah penting untuk membangun struktur bisnis yang lebih fokus," ujar Nanang.

Pada hari yang sama, Telkom dan InfraNexia menandatangani akta pemisahan sebagai penyelesaian tahap penting Spin-Off InfraCo Tahap 2.

Skala Jaringan yang Dikelola InfraNexia

InfraNexia mengelola jaringan serat optik sekitar 112.000 kilometer, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut domestik. Jaringan itu tersebar di empat area, 12 regional, dan 61 distrik di seluruh Indonesia.

Infrastruktur tersebut menjadi fondasi bagi operator telekomunikasi, penyedia layanan internet, perusahaan cloud, data center, hingga sektor industri yang membutuhkan konektivitas berkapasitas tinggi. Nilai transaksi pemisahan aset ini mencapai Rp85,7 triliun.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menilai skala infrastruktur yang lebih besar memberi fleksibilitas bagi InfraNexia untuk menghadirkan solusi lebih relevan bagi beragam kebutuhan pelanggan.

"Skala infrastruktur yang semakin besar memberi kami fleksibilitas untuk menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi berbagai kebutuhan pelanggan. Fokus kami bukan hanya memperluas pemanfaatan aset, tetapi memastikan infrastruktur yang kami miliki dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan lebih banyak mitra dan layanan digital," kata Seno.

Siapa yang Diuntungkan

Pemisahan ini membuka peluang pertumbuhan baru bagi TelkomGroup di segmen B2B infrastructure. Operator telekomunikasi, penyedia layanan internet, hingga perusahaan cloud bisa mengakses jaringan InfraNexia tanpa harus membangun infrastruktur sendiri.

Nanang menegaskan kehadiran InfraNexia akan memperkuat fokus pengelolaan infrastruktur digital sekaligus meningkatkan pemanfaatan aset strategis TelkomGroup.

"Dengan skala dan fokus yang semakin solid, InfraNexia diharapkan mampu mengelola infrastruktur secara lebih optimal sekaligus membuka pemanfaatannya bagi lebih banyak pelaku industri," ujarnya.

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf memimpin perusahaan yang kini berdiri sebagai entitas tersendiri dalam struktur HoldCo-OpCo TelkomGroup.

Perubahan Susunan Pengurus

RUPSLB juga menetapkan susunan Dewan Komisaris Telkom yang baru. Angga Raka Prabowo menjabat Komisaris Utama, didampingi Ossy Darmawan, Rizal Mallarangeng, dan Edwin Hidayat Abdullah sebagai Komisaris.

Posisi Komisaris Independen diisi Rofikoh Rokhim, Anthony Leong, Deswandhy Agusman, dan Ira Noviarti. Sementara jajaran Direksi tetap dipimpin Nanang Hendarno sebagai Direktur Utama.

Jajaran direksi lainnya mencakup Veranita Yosephine (Direktur Enterprise & Business Service), Willy Saelan (Direktur Human Capital Management), Arthur Angelo Syailendra (Direktur Keuangan & Manajemen Risiko), Budi Satria Dharma Purba (Direktur Network), Seno Soemadji (Direktur Strategic Business Development & Portfolio), Radita Ali Putra (Direktur Wholesale & International Service), Kharim I. G. Siregar (Direktur IT Digital), serta Andy Kelana (Direktur Legal & Compliance).

Penutup: Dengan aset jaringan yang kini terkonsolidasi di bawah satu entitas, InfraNexia berpeluang memperbesar utilisasi jaringan sekaligus memperluas kolaborasi di ekosistem digital nasional. Posisi Telkom sebagai Strategic Holding pun semakin jelas: fokus pada portofolio dan penciptaan nilai, sementara operasional infrastruktur dijalankan InfraNexia.

Follow www.jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogjakartanews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks