BANDUNG BARAT — Hujan deras yang turun sejak Minggu malam memicu luapan air di Kampung Barukai. Aliran air bercampur lumpur dan batu masuk ke rumah warga setelah tembok penahan tanah (TPT) di belakang permukiman tidak mampu menahan debit air.
Material lumpur dan bebatuan terbawa arus hingga ke dalam rumah. Kondisi itu menyulitkan warga menyelamatkan diri dan barang-barang mereka.
Lansia Sakit Dievakuasi dengan Tandu
Petugas gabungan bersama relawan mengevakuasi Sumarni (60), warga yang tengah sakit saat kejadian. Ia dibawa menggunakan tandu menuju lokasi lebih aman untuk mendapat penanganan dan tempat perlindungan sementara.
Memasuki Senin (28/9/2026) pagi, warga bersama petugas masih membersihkan lumpur, bebatuan, dan sampah yang terbawa banjir dari sekitar rumah mereka.
Warga Soroti Pendangkalan dan Penyumbatan Aliran Sungai
Warga menilai banjir tidak semata-mata dipicu tingginya curah hujan. Mereka menyoroti kondisi aliran sungai yang disebut mengalami pendangkalan dan penyumbatan di sejumlah titik.
"Solusinya saya minta dinormalisasikan lagi sepanjang kurang lebih delapan kilometer. Dari hulu sampai hilir, ini akan menyelesaikan masalah," ujar seorang warga di lokasi.
Menurut warga tersebut, salah satu titik penyumbatan terparah berada di kawasan Coblong. Di lokasi itu, konstruksi gorong-gorong lama disebut tertimbun material batu akibat kerusakan dan runtuhan.
"Penyumbatannya di Coblong sekitar 400 meter dan itu harus digali dengan alat berat karena sudah roboh semua, sudah tertutup oleh batu-batu yang semula gorong-gorong itu," katanya.
Kapasitas Aliran Air Dinilai Tak Lagi Memadai
Persoalan tersebut membuat kapasitas aliran air dinilai tidak lagi mampu menampung debit saat hujan dengan intensitas tinggi. Ketika aliran tersumbat, air meluap dan mencari jalur ke kawasan permukiman.
Warga meminta pemerintah segera melakukan normalisasi aliran sungai dari hulu hingga hilir. Langkah itu dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir kembali terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Warga kini menunggu penanganan lebih lanjut dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, termasuk pengerahan alat berat untuk membersihkan material yang menyumbat aliran air.
Mereka berharap penanganan tidak hanya dilakukan setelah banjir terjadi, tetapi dilanjutkan dengan pembenahan aliran dari hulu hingga hilir.