BEKASI — Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Susanto, menyatakan anggaran pedestrian 2027 mencapai Rp22 miliar. Jumlah itu melonjak dari tahun sebelumnya yang hanya berkisar belasan miliar rupiah. Kenaikan ini disebut sebagai bagian dari upaya penataan wajah kota.
Pembangunan tidak dilakukan serentak di seluruh wilayah. DBMSDA memprioritaskan ruas jalan arteri dan kolektor lebih dulu, dengan mempertimbangkan kesinambungan jalur antarwilayah.
Mengapa Anggaran Pedestrian 2027 Naik Dua Kali Lipat?
"Tahun 2026 itu kita anggarkan belasan miliar. Untuk tahun 2027 kita siapkan Rp22 miliar naik dua kali lipat dari tahun 2026," kata Idi kepada wartawan, Sabtu (26/9/2026).
Peningkatan alokasi ini menandakan penataan trotoar dan jalur pejalan kaki menjadi salah satu prioritas belanja daerah tahun depan. Pemerintah kota menargetkan pembangunan berjalan bertahap agar tidak membebani APBD sekaligus.
Kabel Menggantung di Udara Ditargetkan Hilang dalam Tiga Tahun
Selain membangun jalur pedestrian, DBMSDA membenahi utilitas di kawasan yang sama. Kabel-kabel yang selama ini menggantung di udara akan dipindahkan ke sarana utilitas berupa ducting yang tengah dibangun.
Idi menargetkan dalam tiga tahun ke depan tidak ada lagi kabel menggantung di udara di Kota Bekasi. Penataan utilitas ini berjalan beriringan dengan pembangunan trotoar.
Investor Dilibatkan, Pembiayaan Tidak Sepenuhnya dari APBD
Pembangunan sarana utilitas tidak seluruhnya mengandalkan anggaran pemerintah. DBMSDA melibatkan investor untuk membangun ducting tersebut.
"Jadi pembangun sarana utilitas berupa ducting itu kita pakai investor. Jadi dapat keuntungan karena kita kalau dapat duit, paling dapat sewa dari investor," ujar Idi.
Skema ini membuat pemkot memperoleh pemasukan dari sewa aset yang dibangun pihak ketiga. Beban APBD untuk penataan kota pun berkurang, sementara pembangunan tetap berjalan.
Apa Dampaknya bagi Warga Bekasi?
Warga pengguna jalur pejalan kaki akan merasakan trotoar yang lebih tertata di ruas arteri dan kolektor. Pemindahan kabel ke ducting juga mengurangi risiko kabel jatuh atau korsleting saat hujan.
Pembangunan bertahap berarti tidak semua kawasan mendapat pedestrian baru pada 2027. DBMSDA menyebut prioritas diberikan pada ruas yang menyambung dengan jalur yang sudah ada.
Pelibatan investor untuk ducting membuka peluang pembangunan berlanjut tanpa menunggu siklus anggaran tahunan. Namun jadwal pasti per ruas jalan belum disebutkan dalam keterangan tersebut.