Pencarian

Gus Lilur Viral Usai Bongkar Aliran Uang Muktamar NU, Ini Sosok dan Alasannya Bicara

Sabtu, 26 September 2026 • 08:01:01 WIB
Gus Lilur Viral Usai Bongkar Aliran Uang Muktamar NU, Ini Sosok dan Alasannya Bicara
Gus Lilur saat memberikan keterangan kepada media.

SITUBONDO — Nama Gus Lilur mencuat setelah sejumlah video wawancaranya beredar di media sosial. Dalam video-video itu, ia mengungkap dugaan peredaran uang bermiliar-miliar rupiah selama Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, yang digelar akhir bulan lalu.

Pria bernama lengkap Gus Haji Raden Muhammad Khalilur Abdullah Sahlawiy itu mengaku hadir langsung dalam forum tersebut. Ia menyatakan tidak menyesali langkahnya membuka persoalan itu ke publik.

Siapa Sebenarnya Gus Lilur

Gus Lilur lahir di Situbondo, Jawa Timur. Ia menempuh pendidikan SD dan SMP di kota itu sebelum melanjutkan ke Madrasah Aliyah Program Khusus atau MAPK, madrasah aliyah unggulan yang saat itu hanya ada dua di Indonesia, yakni di Jombang dan Solo.

Ia kemudian mondok di Denanyar, Jombang, selama tiga tahun. Selama masa itu, ia mengaku setiap hari membaca kitab kuning dan hanya berbicara dalam bahasa Arab serta Inggris.

“Waktu mau tamat sekolah saya membuat karya tulis dalam bahasa Arab tanpa harakat (tanda baca) setebal 150 halaman,” katanya.

Karya tulis itu berjudul Alhayatul Fadloiyah ‘indal Quran wa attahliiLiL ‘ishriy, yang membahas kehidupan luar angkasa menurut Alquran dan penelitian modern.

Setelah lulus, ia melanjutkan kuliah di UIN Syarief Hidayatullah, Ciputat, Jakarta, dengan jurusan filsafat aqidah. Said Aqil Siroj, yang kemudian menjadi Ketua Umum PBNU, adalah gurunya saat itu.

Alasan Buka Suara soal Uang Muktamar

Kepada Dahlan Iskan dalam wawancara yang dikutip Radar Sukabumi, Gus Lilur menyatakan alasannya membuka persoalan uang di muktamar. Menurut dia, hal itu merupakan bagian dari menjalankan perintah agama.

“Saya menjalankan ayat Quran dan hadis Nabi. Kemungkaran harus diberantas, agar Muktamar yang akan datang tidak terjadi seperti ini lagi,” katanya.

Ia juga membantah anggapan bahwa dirinya bukan warga NU. Gus Lilur menegaskan dirinya sudah menjadi bagian NU sejak sebelum lahir.

“Saya ini sebelum lahir sudah NU,” katanya. “Ayah saya itu santrinya Kiai As’ad Syamsul Arifin, Sukorejo, Situbondo.”

Bantah Kecewa soal Tambang NU

Sejumlah pihak menilai Gus Lilur sakit hati karena tidak dipercaya mengelola tambang batu bara milik NU. Ia membantah tudingan itu.

“Untuk apa? Tambang saya sendiri tidak terurus. Tambang saya sendiri sudah banyak,” katanya.

Ia mengaku pernah hampir menjadi pemilik tambang batu bara terbesar di Indonesia. Namun izin tambangnya di Kutai Timur dicabut karena terkait uang Nazaruddin, bendahara Partai Demokrat yang ditangkap KPK.

“Tambang disita,” ujarnya. Ia menyebut tambang tersebut kini menjadi milik Adaro.

Tak Pernah Jadi Pengurus NU

Meski mengaku lama aktif di lingkungan NU, Gus Lilur tidak pernah menjabat sebagai pengurus. Ia mengaku pernah ditawari posisi di PBNU pada era Buya Said Aqil Siroj, tetapi menolak.

“Kalau saya mau, saya sudah jadi pengurus PBNU di zaman Ketua Umum Buya Said Aqil Siroj. Tapi saya tidak mau. Saya mau jadi konglomerat,” katanya.

Setelah lulus dari UIN, ia tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2 atau S-3. Ia memilih terjun ke dunia usaha.

Kontroversi Tantangan Baca Kitab Kuning

Dalam sejumlah kesempatan, Gus Lilur meragukan keilmuan sejumlah tokoh NU. Ia menantang Kiai Miftachul Akhyar, Gus Kikin, Gus Nusron Wahid, dan Gus Ipul untuk membaca kitab kuning serta menulis kitab di depan forum muktamar.

Ia menjelaskan maksud tantangan tersebut. Menurut dia, menulis buku di depan muktamar membuat peserta tidak bisa dibantu menuliskannya.

Gus Lilur juga mengaku pernah mengalami kekecewaan terhadap Dahlan Iskan. Ia mengaku tidak dilayani saat mengajak salaman.

“Waktu saya ajak salaman sampeyan tidak mau,” katanya.

Dahlan Iskan lantas menjelaskan bahwa saat itu ia baru pulang menjalani operasi ganti hati. Ia harus menjaga diri agar tidak terkena kuman, termasuk tidak bersalaman dengan siapa pun.

“Iya. Saya maklum kok,” kata Gus Lilur menanggapi penjelasan tersebut.

Follow www.jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarsukabumi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks