JAWA BARAT — Hongqi resmi masuk Indonesia pada 12 Agustus 2026 lewat Indomobil Group, membawa satu model SUV listrik E-HS9 sepanjang 5.209 mm dengan harga "di bawah Rp 2 M". Merek mewah FAW ini meniru playbook Lexus, tapi di kampung halamannya sendiri Hongqi justru sedang tidak baik-baik saja.
Hongqi House Mampang kini dibuka sebagai wajah merek di Jakarta. Ada upacara teh, pertunjukan Guzheng, dan kaligrafi. Andrew Nasuri, Director Indomobil Group, ingin tempat itu terasa seperti "a second home" bagi tamunya.
Pendekatan itu bukan kebetulan. Hongqi sedang menempuh jalan yang persis dilalui Lexus puluhan tahun lalu.
E-HS9: Satu Model, Enam Kursi, Harga di Bawah Rp 2 M
Model yang dijual di Indonesia baru satu: E-HS9. SUV listrik bongsor dengan panjang 5.209 mm dan konfigurasi enam kursi. Soal harga, Andrew Nasuri menyebut angkanya "di bawah Rp 2 M".
Sebagai pembanding, di Thailand E-HS9 dijual sejak Juni 2026 seharga 2,99 juta baht atau sekitar Rp 1,61 miliar. Hanya tersedia satu varian di sana.
Meniru Lexus: Teh, Kaligrafi, dan Lounge ala Jepang
Lexus adalah sayap mewah Toyota. Hongqi adalah sayap mewah FAW. Keduanya merek yang dibangun di atas induk massal.
Lexus menjamu tamu dengan keramahan Jepang di lounge Menara Astra, lengkap dengan chef dari Jepang. Hongqi membalas dengan teh dan kaligrafi.
Sejarah mencatat Lexus juga dulu merek baru. Lahir 1989 tanpa sejarah panjang. Tapi masuk Indonesia pertengahan 2007, Lexus butuh hampir dua dekade untuk jadi nomor dua. Itu pun digendong jaringan Toyota Astra.
Rumahnya Sudah Ada, Tamunya Belum Tentu
Hongqi House Mampang berdiri. Aura negara dibawa sejak 1958 sebagai mobil para pemimpin Tiongkok. Tapi di Jakarta, aura itu belum tentu laku.
Pertanyaan besarnya bukan soal fasilitas atau harga. Pertanyaannya: apakah pembeli mobil mewah Indonesia mau membayar hampir Rp 2 miliar untuk merek yang belum punya rekam jejak di sini?
Di Kampung Halamannya, Hongqi Sedang Terjun Bebas
Ironi terbesar dari ekspansi ini justru datang dari Tiongkok. Di kampung halamannya, ternyata Hongqi sedang tidak baik-baik saja.
Merek yang dibanggakan sebagai mobil para pemimpin Tiongkok sejak 1958 itu kini menghadapi tekanan di pasar domestiknya sendiri. Sementara di Jakarta, Hongqi baru mulai membangun rumahnya.
Lexus butuh hampir dua dekade untuk jadi nomor dua di Indonesia. Hongqi baru menempuh langkah pertama.