JAKARTA — Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan perluasan jalur elektrifikasi dilakukan secara bertahap untuk menampung lonjakan kebutuhan perjalanan warga perkotaan. Jalur Bekasi saat ini baru mencapai Stasiun Cikarang, sementara rute selatan telah sampai ke Stasiun Bogor.
"KAI terus menyiapkan pengembangan jaringan KRL melalui penambahan elektrifikasi. Ke depan, jalur KRL Bekasi akan diperpanjang dari Cikarang menuju Cikampek, sementara jalur Bogor akan diperpanjang hingga Cigombong," ujar Bobby dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Rencana pengembangan jaringan ini bertepatan dengan momentum perayaan hari ulang tahun KAI ke-81. Perusahaan mencatat telah melayani 351.602.397 pelanggan hingga Agustus 2026, naik 7,09 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Mengapa Elektrifikasi Jadi Tulang Punggung Layanan KAI
Pemanfaatan tenaga listrik pada transportasi rel Indonesia bukan hal baru. Trem listrik Batavia resmi beroperasi melayani mobilitas masyarakat perkotaan sejak 10 April 1899.
Armada trem didatangkan dari pabrik Dyle et Bacalan Belgia dan dioperasikan Batavia Elektrische Tram Maatschappij (BETM). Peresmiannya berlangsung di belakang Kebun Binatang Batavia kawasan Cikini Menteng, lengkap dengan fasilitas depo pembangkit listrik.
Jaringan trem listrik Batavia pada masa awal menghubungkan rute Harmoni, Tanah Abang, Pasar Senen, hingga Stasiun Batavia. Kereta listrik pertama Indonesia mulai beroperasi pada 6 April 1925 melintasi Tanjung Priok menuju Meester Cornelis, lalu layanan Batavia–Buitenzorg beroperasi penuh sejak 1930.
Dari Trem Batavia hingga Whoosh: Transformasi Teknologi Rel Nasional
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyoroti transformasi teknologi perkeretaapian nasional dari masa ke masa. Kehadiran sarana transportasi rel listrik itu menghadirkan alternatif perjalanan bagi warga Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
"Teknologi listrik telah menjadi bagian dari perjalanan kereta api Indonesia selama lebih dari satu abad. Perkembangannya menunjukkan bagaimana transportasi rel terus beradaptasi, dari melayani mobilitas perkotaan hingga menghadirkan layanan dengan teknologi modern," kata Anne.
LRT Jabodebek mulai beroperasi pada 2023 dengan bentangan jalur sepanjang 44,43 kilometer. Armada ini mengandalkan sistem persinyalan Communication Based Train Control (CBTC) serta otomasi Grade of Automation 3 (GoA3).
Kereta Cepat Whoosh diresmikan pada 2 Oktober 2023 dan mulai beroperasi komersial pada 17 Oktober 2023. Rangkaian CR400AF tersebut melaju hingga kecepatan 350 km/jam sebagai pelopor di Asia Tenggara.
Jalur Ganda Menuju Dua Juta Penumpang Harian
Perpanjangan elektrifikasi ke Cikampek dan Cigombong menyasar dua koridor padat komuter yang selama ini menjadi ujung layanan KRL. Kedua titik itu menampung penumpang dari kawasan industri Bekasi–Karawang serta permukiman Bogor selatan.
KAI menyatakan integrasi layanan moda rel berbasis listrik ini diharapkan memperkuat konektivitas antarkota maupun transportasi kawasan perkotaan. Target dua juta pelanggan per hari menjadi ukuran keberhasilan perluasan jaringan yang berjalan bertahap hingga 2028.