Pencarian

Menpar Tawarkan Investasi Marina dan Wisata Bahari Indonesia di Monako

Rabu, 23 September 2026 • 15:50:01 WIB
Menpar Tawarkan Investasi Marina dan Wisata Bahari Indonesia di Monako
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memaparkan peluang investasi marina dan wisata bahari Indonesia pada forum The 6th Monaco Smart and Sustainable Marina Rendezvous di Monako.

JAWA BARAT — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menawarkan peluang investasi marina dan wisata bahari Indonesia di forum The 6th Monaco Smart and Sustainable Marina Rendezvous, Monako, 20-21 September 2026. Indonesia membawa modal garis pantai hampir 100.000 kilometer, perairan tropis, dan sekitar 700 lokasi diving yang tersebar dari Kepulauan Riau hingga Raja Ampat. Penawaran ini menyasar pengembang marina, investor yacht, dan mitra teknologi internasional.

Kementerian Pariwisata memaparkan sejumlah data pendukung dalam forum tersebut. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 15,4 juta sepanjang 2025, dengan pertumbuhan rata-rata 14,8 persen per tahun pada periode 2023-2025.

Sebanyak 52,6 persen wisman pada 2025 tercatat melakukan aktivitas wisata bahari selama berada di Indonesia. Angka itu menunjukkan wisata bahari bukan lagi sektor pinggiran, melainkan penopang utama kunjungan.

Pasar Yacht Tumbuh, Infrastruktur Marina Tertinggal

Nilai pasar yacht di Indonesia diperkirakan naik dari US$261,9 juta pada 2025 menjadi US$449,1 juta pada 2033, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sekitar 7 persen. Indonesia juga mencatat 127 kedatangan superyacht sepanjang 2025-2026.

Menurut Widiyanti, angka kedatangan superyacht tersebut merupakan yang tertinggi kedua di kawasan Asia Pasifik setelah Australia. Posisi itu menempatkan Indonesia sebagai pemain besar di pasar yacht regional.

Namun, kapasitas infrastruktur marina belum sebanding. Indonesia baru memiliki 10 marina dengan total 336 tempat berlabuh atau berths.

Sebagai perbandingan, Singapura memiliki lebih dari 1.200 berths, sedangkan Malaysia dan Thailand masing-masing memiliki lebih dari 1.400 berths. Kesenjangan inilah yang dibuka pemerintah sebagai peluang investasi.

29 Pelabuhan Yacht, 19 Sudah Jalur Kepabeanan

Saat ini terdapat 29 pelabuhan masuk dan keluar yacht yang telah ditetapkan di berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 19 pelabuhan di antaranya telah memiliki skema masuk melalui jalur kepabeanan atau duty-free.

Kementerian Pariwisata juga melihat kebutuhan pembangunan marina di kawasan timur Indonesia. Fasilitas marina dan pelabuhan yacht masih banyak terkonsentrasi di wilayah barat dan tengah, sementara sejumlah destinasi diving dan snorkeling unggulan berada di kawasan timur.

Destinasi yang disebut dalam pemaparan meliputi Kepulauan Riau, Belitung, Ujung Kulon, Kepulauan Seribu, Bali, Lombok-Gili Tramena, Labuan Bajo, Wakatobi, Ambon dan Banda, Morotai, Maluku, hingga Raja Ampat.

Peluang Kerja Sama Pelatihan Awak Kapal

Dalam forum di Monako tersebut, pemerintah menjajaki kerja sama pendidikan dan pelatihan awak kapal melalui kolaborasi dengan politeknik pariwisata dan perguruan tinggi. Cakupannya meliputi pelatihan, standardisasi, sertifikasi, serta penerapan prinsip keberlanjutan.

Pemerintah juga menjajaki penyusunan masterplan pengembangan marine tourism, khususnya sektor cruise dan yacht. Pembahasan lain mencakup peluang benchmarking dengan Monako, promosi pariwisata maritim, dan business matching dengan investor serta mitra teknologi internasional.

Delegasi Indonesia dalam agenda tersebut juga berasal dari sejumlah pemilik proyek di Bali, Labuan Bajo, Tanjung Lesung, dan Lombok. Mereka dipertemukan dengan pelaku industri global, calon investor, konsultan, serta penyedia teknologi inovasi untuk menjajaki peluang kerja sama.

"Yang ingin kita bangun bukan sekadar marina, tetapi ekosistem wisata bahari yang berkualitas dan berkelanjutan, dengan melibatkan UMKM, operator wisata, transportasi, hospitality, serta masyarakat lokal," ujar Widiyanti.

Bagi traveler, arah pengembangan ini berpotensi membuka lebih banyak titik berlabuh dan layanan pendukung di destinasi bahari, terutama di kawasan timur. Informasi terkini soal rencana pembangunan marina dapat dikonfirmasi melalui Kementerian Pariwisata atau dinas pariwisata daerah setempat.

Follow www.jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: balinews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks