Pencarian

6 Makanan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil demi Janin Sehat

Kamis, 10 September 2026 • 10:35:01 WIB
6 Makanan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil demi Janin Sehat
Ibu hamil disarankan memastikan daging dan telur dimasak matang sempurna untuk menghindari risiko infeksi.

JAWA BARAT — Kehamilan menuntut ibu lebih selektif memilih makanan. Bukan hanya soal nutrisi, tapi juga soal risiko infeksi yang mengintai di balik sajian yang terlihat aman.

Beberapa makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari justru berpotensi membawa bakteri, parasit, atau zat beracun. Berikut daftar yang perlu ibu waspadai.

1. Daging dan Telur Setengah Matang

Steak setengah matang, telur mata sapi yang masih cair, atau adonan kue berbahan telur mentah berisiko membawa bakteri Salmonella dan parasit Toxoplasma.

Pastikan daging dimasak hingga matang sempurna dan telur dikonsumsi dalam keadaan benar-benar matang, bukan setengah jadi.

2. Ikan Tinggi Merkuri

Ikan berukuran besar seperti hiu, ikan pedang (swordfish), dan makarel raja menyimpan kadar merkuri tinggi. Zat ini bisa merusak sistem saraf janin yang sedang berkembang.

Sebagai gantinya, ibu bisa memilih ikan rendah merkuri seperti salmon, kembung, atau lele yang justru kaya omega-3 untuk perkembangan otak bayi.

3. Susu dan Keju Tanpa Pasturisasi

Keju lunak dan susu mentah yang belum melewati proses pasturisasi berpotensi mengandung bakteri Listeria. Infeksi ini sangat berbahaya bagi keselamatan janin dan bisa memicu komplikasi serius.

Selalu cek label kemasan. Pilih produk susu dan keju yang mencantumkan "pasteurized" atau "pasturisasi" secara jelas.

4. Makanan Laut Mentah

Sushi dan sashimi menjadi favorit banyak orang, tapi hidangan laut mentah rentan terpapar parasit Anisakis dan berbagai bakteri pathogen laut.

Jika ingin tetap menikmati seafood, pilih yang sudah dimasak matang sempurna. Hindari juga kerang mentah atau setengah matang.

5. Kafein Berlebihan

Konsumsi kopi atau minuman berkafein secara berlebihan disarankan untuk dibatasi selama kehamilan. Pasalnya, kafein dapat meningkatkan risiko berat badan lahir rendah pada bayi.

Batasi asupan kafein harian dan perhatikan sumber lain seperti teh, cokelat, atau minuman energi yang juga mengandung kafein.

6. Hati Ayam atau Sapi dalam Porsi Besar

Jeroan memang kaya zat besi, tapi organ dalam mengandung Vitamin A jenis retinol dalam jumlah tinggi. Cadangan Vitamin A berlebih dalam tubuh berpotensi menyebabkan kelainan bawaan pada janin.

Konsumsi hati dalam porsi kecil dan tidak terlalu sering. Jangan jadikan jeroan sebagai menu harian selama kehamilan.

Kapan Harus ke Dokter

Jika ibu sudah terlanjur mengonsumsi salah satu makanan di atas dan muncul gejala seperti demam, mual hebat, diare, atau nyeri perut, segera konsultasi ke dokter kandungan.

Gejala infeksi seperti Toxoplasma atau Listeria kadang tidak langsung muncul. Pemeriksaan dini membantu memastikan kondisi ibu dan janin tetap aman.

Yang Perlu Ibu Ingat

Menjaga pola makan selama kehamilan bukan berarti membatasi diri secara berlebihan. Kuncinya adalah memilih bahan yang segar, mengolahnya dengan benar, dan memasaknya hingga matang.

Dengan lebih teliti membaca label dan memperhatikan cara pengolahan, ibu bisa menikmati makanan favorit tanpa mengorbankan kesehatan janin. Kehamilan yang sehat dimulai dari pilihan makanan yang tepat setiap hari.

Follow www.jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infotren.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks