BULOG Tembus Rekor 4,1 Juta Ton Beras, Sumut Kejar Sisa Target

Penulis: Darmawan Putra  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 15:35:31 WIB
Pengadaan beras nasional Perum BULOG mencapai 4.115.014 ton hingga 8 Oktober 2026 atau 102,88 persen dari target pemerintah.

JAWA BARAT — Perum BULOG mencatat realisasi pengadaan beras nasional 4.115.014 ton hingga 8 Oktober 2026, melampaui target pemerintah 4 juta ton atau 102,88 persen. Capaian itu menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah BULOG berdiri. Di Sumatera Utara, penyerapan gabah kering panen baru 84,24 persen dari target tahunan, menyisakan pekerjaan besar hingga akhir tahun.

Di tingkat daerah, Perum BULOG Kantor Wilayah Sumatera Utara masih mengejar sisa target penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) tahun 2026. Target tahunan di provinsi itu ditetapkan 69.514 ton, sementara realisasi hingga Oktober 2026 baru 58.558 ton atau 84,24 persen.

Rekor Nasional Jadi Modal BULOG Sumut

Capaian nasional yang melampaui 100 persen disebut menjadi pendorong bagi jajaran BULOG Sumut untuk mempercepat penyerapan di wilayahnya. Tren penyerapan GKP di Sumatera Utara disebut terus meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Sumatera Utara, R. Darma Wijaya, menyatakan capaian pengadaan nasional dan tren peningkatan di Sumatera Utara menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk meningkatkan kinerja.

"Capaian pengadaan beras nasional yang telah melampaui 4 juta ton merupakan bukti nyata kerja keras dan kolaborasi seluruh insan BULOG bersama para petani serta mitra kerja di berbagai daerah. Capaian ini juga menjadi dorongan bagi kami di Sumatera Utara untuk terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani dan memastikan target yang telah ditetapkan Pemerintah dapat tercapai," ujar R. Darma Wijaya, Jumat (9/10/2026).

Kolaborasi Jadi Kunci Pengejaran Target

BULOG Sumut menyiapkan sejumlah langkah untuk menuntaskan sisa target, mulai dari penguatan koordinasi, optimalisasi jaringan pengadaan, hingga sinergi bersama petani, kelompok tani, mitra penggilingan, dan pemerintah daerah.

Darma menyebut realisasi 84,24 persen menunjukkan perkembangan positif. Pihaknya optimistis target penyerapan GKP tahun 2026 di Sumatera Utara dapat tercapai dengan menjaga tren peningkatan yang ada.

"Kami optimistis target penyerapan GKP tahun 2026 di Sumatera Utara dapat tercapai dengan menjaga tren peningkatan yang ada serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Kami akan terus hadir di tengah petani, mengoptimalkan pelaksanaan pengadaan, dan memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku," tambahnya.

Dampak ke Petani dan Pasokan Pangan

Penyerapan hasil panen petani tidak hanya berorientasi pada pencapaian target pengadaan. Menurut Darma, kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya mendukung kesejahteraan petani, menjaga stabilitas harga di tingkat produsen, dan memperkuat ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah.

BULOG Sumatera Utara akan meningkatkan kesiapan operasional pengadaan dan memaksimalkan peluang penyerapan pada momentum panen di berbagai wilayah. Langkah ini diharapkan memberi manfaat bagi petani sekaligus mendukung keberlanjutan pasokan pangan bagi masyarakat.

Bagi petani di Sumatera Utara, percepatan penyerapan GKP berarti hasil panen lebih cepat terserap dengan harga yang terjaga. Bagi konsumen, penguatan CBP menjadi jaminan pasokan beras tetap aman, terutama saat menghadapi periode di luar musim panen.

Melalui sinergi antara pemerintah, BULOG, petani, mitra penggilingan, dan pemangku kepentingan lain, BULOG Sumut berkomitmen melanjutkan kontribusinya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: analisadaily.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top