JAWA BARAT — Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, tampil dengan wajah baru usai direvitalisasi dan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026). Konsep tata pamer kini memadukan ruang gelap dengan pencahayaan kuning terarah ke diorama, ditambah sentuhan multimedia dan ruang imersif. Revitalisasi ini menyasar pengunjung generasi muda agar sejarah Gerakan 30 September 1965 tidak sekadar dikenang, tetapi dipahami.
Sebanyak 34 diorama asli tetap berdiri di tempatnya. Revitalisasi tidak mengganti koleksi lama secara total, melainkan mengubah cara pengunjung melihat dan memahami rangkaian cerita sejarah yang dipamerkan.
Ruang pamer kini terbagi menjadi tujuh area di lantai satu dan empat area di lantai dua. Masing-masing lantai memiliki 14 diorama yang memamerkan rangkaian cerita sejarah dalam rentang 1945-1974, berkaitan dengan Gerakan 30 September 1965.
Begitu masuk, pengunjung disambut suasana gelap, udara lebih dingin, dan tampilan yang lebih modern. Lampu bernuansa kuning diarahkan untuk menunjukkan rute ruang pamer, sehingga perhatian tidak lagi terbagi dengan lingkungan sekitar.
Sebagian diorama kini dilengkapi video dan elemen multimedia. Pengunjung tidak hanya berdiri melihat diorama dari balik kaca, tetapi diajak masuk ke alur cerita yang lebih hidup.
Ada pula ruang imersif yang menceritakan perjalanan sejarah Gerakan 30 September 1965 secara lebih interaktif. Penyusunan lini masa dan konteks sejarahnya melibatkan sejarawan, dengan informasi disajikan lewat perpaduan teks, visual, dan sebagian audio.
Ruang Relik menjadi bagian lain dari pembaruan. Ruangan ini menyimpan benda peninggalan Pahlawan Revolusi, mulai dari pakaian hingga barang-barang lainnya, dengan konsep ruang yang lebih gelap dari sebelumnya.
Konsep revitalisasi memang mengarahkan pengunjung dari ruang pamer menuju situs-situs bersejarah di sekitar kawasan. Jadi, satu kunjungan bisa mencakup lebih dari sekadar gedung museum.
Museum berada di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Kawasan ini dapat dijangkau dari pusat Kota Jakarta dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Untuk rute dan moda transportasi terkini, informasi dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau kanal resmi Monumen Pancasila Sakti.
Informasi terkini soal tarif masuk dan jam operasional dapat dikonfirmasi langsung ke pengelola atau kanal resmi @monumenpancasilasakti. Sebaiknya cek jadwal sebelum berangkat, terutama jika datang rombongan.
Datang saat jam kunjungan pagi untuk menghindari keramaian. Karena ruang pamer dibuat gelap dengan pencahayaan terarah, beri waktu lebih untuk menikmati setiap diorama ketimbang berburu foto. Pahami konteks sejarah sebelum masuk agar alur cerita di ruang imersif terasa utuh.
Pengelola menegaskan revitalisasi ini sebagai upaya menghadirkan museum sejarah yang relevan bagi generasi masa kini dan mendatang. "Revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan museum sejarah yang semakin relevan bagi generasi masa kini dan mendatang agar perjalanan sejarah bangsa tidak hanya dikenang, tetapi juga dipahami dan diwariskan," tulis akun Instagram @monumenpancasilasakti.
Durasi ideal kunjungan sekitar satu hingga dua jam untuk menuntaskan seluruh area, ditambah waktu jika ingin melanjutkan ke situs bersejarah lain di kawasan Lubang Buaya.