JAWA BARAT — Polytron membukukan 75.000 unit penjualan motor listrik Fox Series di seluruh Indonesia, bertepatan dengan kehadirannya di GIIAS Semarang 2026. Selama pameran, setiap pembelian unit FOX Electric mendapat subsidi mandiri Rp6 juta plus paket hadiah eksklusif. Tiga model dipamerkan sekaligus, dari Fox 200 untuk pemula hingga Fox 500 yang diklaim sanggup berlari 130 km/jam.
Angka 75.000 unit itu disampaikan langsung bersamaan dengan gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026. Polytron memboyong seluruh lini Fox Series ke ajang tersebut, mulai dari Fox 200, Fox 350, sampai Fox 500. Booth mereka berada di Pre-Function Booth PF 1, Muladi Dome UNDIP Semarang.
Klaim pencapaian ini menarik dicermati karena pasar motor listrik Indonesia masih didominasi segmen murah dan menengah. Angka 75 ribu unit menempatkan Polytron sebagai salah satu pemain volume besar, meski belum ada rincian berapa kontribusi tiap model terhadap total tersebut.
Selama GIIAS Semarang 2026 berlangsung, Polytron memotong harga setiap pembelian motor listrik Fox Series sebesar Rp6 juta. Potongan ini disebut sebagai subsidi mandiri, terpisah dari insentif pemerintah yang berlaku untuk kendaraan listrik.
Setiap transaksi juga mendapat paket hadiah berupa Exclusive Jacket dan Tumbler Polytron. Hadiah diberikan langsung tanpa mekanisme undian, jadi pembeli tidak perlu menunggu pengumuman pemenang.
"Tidak hanya penawaran harga spesial, setiap transaksi unit FOX Electric selama GIIAS Semarang 2026 berlangsung juga akan langsung mendapatkan paket hadiah eksklusif berupa Exclusive Jacket dan Tumbler Polytron tanpa diundi," ujar Head of Group Product EV-2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, dalam keterangan resmi.
Pengunjung juga bisa mencoba langsung unit Fox Series lewat sesi test drive di area pameran. Ilman menyebut kesempatan ini sebagai cara merasakan pengalaman berkendara sebelum memutuskan membeli.
Fox 200 diposisikan sebagai motor listrik entry-level yang menyasar pengguna baru, termasuk segmen wanita. Dinamo yang dipakai bertenaga 1.500 watt dengan torsi 153 Nm, cukup untuk melaju hingga kecepatan maksimum 70 km/jam.
Daya disuplai baterai berkapasitas 1,94 kWh yang diklaim mampu menempuh 85 km dalam sekali pengisian penuh. Waktu pengisiannya sekitar 4-5 jam, tergantung sumber listrik yang dipakai.
Naik satu tingkat, Fox 350 mengandalkan penggerak berdaya 3.000 watt dengan daya puncak mencapai sekitar 6.409 watt. Torsinya tercatat 187 Nm, lebih besar dari Fox 200.
Baterainya berjenis lithium iron phosphate (LiFePO4) berkapasitas 3,75 kWh. Jenis baterai ini dikenal lebih tahan panas dan punya siklus pakai lebih panjang dibanding lithium-ion konvensional. Jarak tempuhnya diklaim 130 km, dengan waktu pengisian 4-5 jam.
Fox 500 menjadi varian tertinggi dengan dinamo berkekuatan 5 kW. Baterai berkapasitas 3,89 kWh menyuplai tenaga tersebut, menghasilkan kecepatan puncak 130 km/jam dan jarak tempuh 130 km.
Kombinasi angka itu menempatkan Fox 500 di kelas big matic listrik, segmen yang mulai ramai di Indonesia. Catatan penting: jarak tempuh 130 km biasanya diukur pada kondisi ideal. Pemakaian nyata dengan kecepatan tinggi, tanjakan, atau beban penuh bisa menekan angka tersebut.
Polytron termasuk pemain lokal yang cukup agresif di segmen kendaraan listrik dua roda. Kehadiran mereka di GIIAS Semarang menunjukkan upaya memperluas jangkauan ke kota-kota selain Jakarta, tempat pameran otomotif besar biasanya digelar.
Meski begitu, tantangan terbesar motor listrik di Indonesia bukan cuma harga, tapi juga infrastruktur pengisian dan kepercayaan konsumen terhadap durabilitas baterai. Klaim 75.000 unit terjual memberi sinyal bahwa pasar mulai menerima, tapi belum menjawab pertanyaan soal layanan purna jual jangka panjang.