450 UMKM Ramaikan CFD Perumahan Vida Bekasi, Dorong Pasar Baru

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 15:35:31 WIB
Sejumlah pelaku UMKM menata produk pada stan di area car free day Perumahan Vida, Bekasi, Minggu (4/10/2026).

JAWA BARAT — Sebanyak 450 pelaku UMKM mengikuti kegiatan car free day di kawasan Perumahan Vida, Bekasi, sebagai ruang memasarkan produk sekaligus memperluas jangkauan pasar. Kegiatan bertajuk mendorong kawasan perumahan menjadi ruang tumbuh UMKM ini digelar Minggu (4/10/2026) dan berlangsung meriah sepanjang pagi hingga siang.

Sebanyak 450 UMKM ambil bagian dalam gelaran car free day (CFD) di kawasan Perumahan Vida, Bekasi. Partisipasi itu menjadikan kawasan hunian bukan sekadar tempat tinggal, melainkan juga ruang ekonomi bagi pelaku usaha kecil.

Kegiatan tersebut digelar pada Minggu (4/10/2026) dan berlangsung dari pagi hingga siang. Antusiasme pelaku usaha terlihat dari banyaknya stan yang memadati area CFD.

Perumahan sebagai Kanal Baru Pemasaran UMKM

Konsep CFD di kawasan perumahan memberi pelaku UMKM akses langsung ke konsumen yang selama ini terkonsentrasi di pusat kota atau ruang publik umum. Warga perumahan menjadi pasar captive yang bisa dijangkau tanpa biaya sewa lapak tinggi.

Lewat kegiatan ini, pelaku usaha tidak hanya menjual produk di lokasi, tetapi juga membangun basis pelanggan tetap di lingkungan sekitar. Efeknya diharapkan berlanjut ke penjualan harian di luar jadwal CFD.

450 Pelaku Usaha, Satu Ruang Tumbuh Bersama

Jumlah 450 UMKM yang terlibat menunjukkan skala kegiatan yang cukup besar untuk ukuran CFD kawasan hunian. Keragaman produk yang dijajakan memperkuat posisi kawasan sebagai simpul ekonomi mikro.

Bagi pelaku usaha, keikutsertaan dalam ajang semacam ini menjadi jalan murah untuk uji pasar. Mereka bisa mengukur respons konsumen sebelum memperluas produksi atau menambah varian.

Dorongan agar Kawasan Hunian Jadi Ekosistem Usaha

Pengembangan kawasan perumahan sebagai ruang tumbuh UMKM sejalan dengan upaya memperluas akses pasar bagi usaha kecil. Selama ini keterbatasan tempat usaha dan biaya sewa menjadi kendala utama.

Jika digelar rutin, CFD di kawasan hunian berpotensi menjadi kanal distribusi alternatif. Pelaku UMKM bisa menjadwalkan produksi mengikuti kalender kegiatan, sementara pengelola kawasan mendapat nilai tambah bagi penghuni.

Ke depan, keberlanjutan program bergantung pada konsistensi penyelenggaraan dan keterlibatan warga. Kolaborasi antara pengelola perumahan, pelaku usaha, dan komunitas penghuni menjadi kunci agar ruang tumbuh ini tidak berhenti di satu kali gelaran.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top