MAJALENGKA — Rumah sakit mencatat pasien akibat kecelakaan kerja datang secara rutin, dengan jenis cedera yang didominasi bagian kepala dan tulang. Kondisi itu yang mendorong RS Mitra Plumbon Majalengka menggelar seminar kesehatan dan keselamatan kerja (K3) bertajuk "Save The Brain, Guard The Bone" atau selamatkan otak, jaga tulang.
Seminar berlangsung di Auditorium RS Mitra Plumbon Majalengka, Kamis 1 Oktober 2026. Peserta terdiri dari perwakilan manajemen sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Majalengka.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat edukasi langsung dari dokter spesialis bedah saraf, dr Nikita, SpBS, serta dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, dr Reza Romadhona Fahlevi, SpOT.
Keduanya memaparkan langkah awal yang perlu dilakukan ketika terjadi kecelakaan kerja, terutama bila korban mengalami cedera kepala maupun tulang. Materi ini menyasar perwakilan perusahaan yang menjadi pihak pertama di lokasi kejadian.
Ketua pelaksana kegiatan RS Mitra Plumbon Majalengka, dr Raka Jaiz, menyebut seminar tersebut juga menggandeng BPJS Ketenagakerjaan. Kolaborasi itu dilakukan untuk memberi pemahaman kepada perusahaan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja sekaligus penanganan awal kecelakaan kerja.
Menurut Raka, edukasi tersebut penting karena pihaknya cukup sering menerima pasien dengan kasus kecelakaan kerja.
"Ada pasien cedera kepala dan tulang. Sehingga seminar ini untuk meminimalisasi terjadi kecelakaan kerja di lingkungan perusahaan."
Melalui kegiatan ini, perusahaan di Majalengka diingatkan agar tidak hanya mengandalkan penanganan pasca-insiden. Prosedur K3 di lingkungan kerja dinilai perlu diperkuat untuk menekan risiko cedera, khususnya pada bagian kepala dan tulang yang tergolong kasus berat.
Pemahaman penanganan awal juga menjadi kunci sebelum korban sampai ke fasilitas kesehatan. Perwakilan manajemen yang hadir diharapkan bisa meneruskan materi tersebut ke tingkat pengawas dan pekerja di masing-masing perusahaan.