Teknologi Ubah Cara Kerja Pialang Asuransi, APARI Perkuat Kompetensi Profesional

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:07:01 WIB
Ketua Umum APARI Abdul Rohman menyampaikan sambutan dalam Seminar Empowering Fest 2026.

JAWA BARAT — Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI) menegaskan transformasi digital menuntut pialang asuransi menaikkan kompetensi, bukan sekadar mengandalkan cara kerja lama. Perubahan itu menyentuh seluruh rantai bisnis, dari pelayanan nasabah hingga pengelolaan dokumen dan kepercayaan dalam ekosistem perasuransian. Lewat Seminar Empowering Fest 2026 yang menjadi rangkaian ulang tahun ke-33, APARI membuka ruang pembelajaran bagi para profesional menghadapi perubahan tersebut.

Ketua Umum APARI Abdul Rohman menyatakan teknologi mengubah cara industri perasuransian menjalankan proses bisnis dan memberi layanan. Peningkatan kompetensi, katanya, tidak bisa dipisahkan dari agenda transformasi industri secara keseluruhan.

Pernyataan itu disampaikan terkait Seminar Empowering Fest 2026, salah satu rangkaian kegiatan perayaan ulang tahun ke-33 APARI. Kegiatan tersebut dikutip Kamis (1/10/2026).

Kompetensi Jadi Kunci, Bukan Sekadar Adopsi Alat

Abdul Rohman menempatkan peningkatan kemampuan profesional sebagai prasyarat utama. Tanpa itu, adopsi teknologi berisiko berhenti di permukaan dan tidak menyentuh kualitas layanan ke nasabah.

Perubahan yang dimaksud mencakup beberapa lini sekaligus. Digitalisasi tidak hanya soal antarmuka layanan, tetapi juga merembet ke pengelolaan dokumen dan cara membangun kepercayaan di dalam ekosistem perasuransian.

"APARI ingin menghadirkan ruang pembelajaran yang dapat memberikan inspirasi sekaligus memperkuat kesiapan para profesional dalam menghadapi perubahan," kata Abdul Rohman.

Empowering Fest 2026 dan Peta Jalan APARI

Seminar Empowering Fest 2026 diposisikan sebagai kendaraan asosiasi untuk menyiapkan anggotanya. Abdul Rohman menyebut APARI berkomitmen menghadirkan inspirasi, melahirkan gagasan, memperkuat profesionalisme, dan mendorong inovasi.

Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian dari komitmen itu. Tujuannya mengubah gagasan menjadi kenyataan, dengan fokus mendukung kemajuan industri kepialangan asuransi khususnya dan industri perasuransian pada umumnya.

Bagi pelaku industri, sinyal dari asosiasi ini menandai bahwa tuntutan berubah. Pialang yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi berpeluang lebih besar menjaga relevansi di pasar.

Yang Berubah di Industri Kepialangan

Transformasi digital menggeser pola kerja pialang asuransi dari yang sebelumnya banyak bertumpu pada proses manual. Pelayanan ke nasabah, pengelolaan dokumen, hingga mekanisme pembangunan kepercayaan antar pihak dalam ekosistem kini berjalan dengan dukungan teknologi.

Pergeseran itu menuntut pialang menguasai perangkat dan alur kerja baru, sekaligus tetap menjaga standar profesionalisme. Kombinasi keduanya yang dinilai APARI menentukan kesiapan menghadapi perubahan.

Melalui rangkaian ulang tahun ke-33, APARI memilih jalur pendidikan dan kolaborasi ketimbang sekadar seruan. Langkah itu diarahkan agar gagasan dari forum dapat diterjemahkan menjadi praktik di lapangan.

Bagi anggota asosiasi, agenda ini mempertegas bahwa investasi pada kompetensi bukan pilihan tambahan. Perubahan teknologi yang berjalan cepat menuntut kesiapan profesional yang setara agar layanan ke nasabah tetap terjaga dan kepercayaan ekosistem tidak tergerus.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top