BANDUNG — Langkah ekspansi Tanrise ke Bandung menandai masuknya perseroan ke pasar properti Jawa Barat melalui skema Integrated City Development. Proyek ini menempati lahan 26 hektare yang terintegrasi dengan kawasan bisnis Tritan Point di koridor Bandung Timur.
Direktur PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk, Merry Lantani, menyatakan bahwa proyek tersebut bukan sekadar pengembangan hunian biasa. Menurutnya, ketersediaan lahan yang luas memberi keleluasaan perseroan membangun ekosistem komersial dan residensial secara berkesinambungan.
"Berada di lokasi yang sangat strategis di koridor Bandung Timur dan terintegrasi dekat kawasan bisnis Tritan Point, proyek ini memiliki landbank yang sangat masif dan bernilai tinggi. Ketersediaan lahan seluas 26 hektare ini memberi kami ruang gerak fleksibel untuk membangun ekosistem komersial dan residensial bernilai tinggi secara berkesinambungan," ujar Merry dalam keterangan resmi, Selasa (29/9/2026).
Mengacu pada kisaran nilai pasar tanah di koridor utama Soekarno-Hatta, nilai kapitalisasi aset lahan proyek ini diperkirakan mencapai Rp1,25 triliun. Angka tersebut belum memperhitungkan Gross Development Value (GDV) saat seluruh rencana kerja utama direalisasikan secara bertahap.
Masterplan proyek mencakup area komersial, klaster hunian Community Living, hingga potensi pengembangan kawasan superblok terpadu di masa depan. Sejumlah tahap pengembangan akan dijalankan bertahap sesuai kesiapan pasar dan rencana perseroan.
Pada semester II-2026, perseroan akan memfokuskan penjualan pada unit-unit residensial dan area komersial perdana. Segmen ini diprediksi memberikan kontribusi marketing sales bernilai signifikan bagi perseroan.
Pengamanan potensi pendapatan dari proyek Bandung diyakini memperkuat struktur permodalan dan fundamental aset Tanrise dalam jangka panjang. Perseroan menargetkan pertumbuhan double digit pada kinerja 2026 dan 2027 melalui ekspansi wilayah ini.
Strategi perusahaan milik konglomerat Hermanto Tanoko itu membangun portofolio bisnis yang semakin terdiversifikasi, baik dari sisi segmen maupun wilayah. Saat ini portofolio RISE mencakup Integrated City Development, Community Living, Business Districts, Industrial Park & Logistic, serta Hotel, MICE & Leisure.
Ekspansi ke Bandung melengkapi jejak perseroan di sektor properti terpadu. Perseroan belum merinci jadwal groundbreaking atau target serah terima unit perdana proyek tersebut.