Dinas Pertanian Bekasi Siapkan Asuransi Usaha Tanam Padi, 8 Kecamatan Terdampak Kekeringan

Penulis: Bayu Nugroho  •  Rabu, 30 September 2026 | 05:31:02 WIB
Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi menyiapkan program Asuransi Usaha Tanam Padi bagi petani terdampak kekeringan.

BEKASI — Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo, menyebut AUTP sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan usaha tani warga. Program itu berlaku terhadap risiko usaha tanam padi ketika terjadi kondisi yang mengakibatkan kerugian.

"Kami melaksanakan program Asuransi Usaha Tanam Padi. Semua ini bagian dari upaya mengantisipasi risiko yang dihadapi petani," kata Dodo melalui keterangannya, Selasa (29/9/2026).

Delapan Kecamatan Kehabisan Pasokan Air

Data Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mencatat delapan kecamatan terdampak kekeringan. Wilayah itu meliputi Babelan, Sukawangi, Tambelang, Sukakarya, Karangbahagia, Bojongmangu, Cibarusah, dan Serangbaru.

Pasokan air ke sejumlah lahan pertanian di wilayah tersebut terganggu. Kondisi itu membuat potensi gagal panen cukup tinggi selama kemarau ekstrem berlangsung.

Pompa Air Bantuan Pemerintah Dikerahkan

Dinas Pertanian mengerahkan sejumlah pompa air bantuan pemerintah ke lahan pertanian yang membutuhkan pasokan air. Langkah itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan yang mengalami keterbatasan.

"Langkah-langkah yang kami lakukan di antaranya menggerakkan pompa air bantuan pemerintah. Ini untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian yang mengalami keterbatasan pasokan," ujar Dodo.

Normalisasi Irigasi Libatkan PJT II hingga Kementerian Pertanian

Selain pompa air, Dinas Pertanian mendorong normalisasi saluran irigasi. Upaya itu dilakukan bersama sejumlah instansi yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan sumber daya air.

Dodo menyebut pihaknya bekerja sama dengan PJT II, BBWS Citarum, BBWS Cisanggarung, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, serta PSDA.

"Untuk normalisasi saluran, kami bekerja sama dengan PJT II, BBWS Citarum, BBWS Cilcis. Kemudian dengan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian serta PSDA," ujarnya.

Asuransi Jadi Jaring Pengaman Terakhir Petani

AUTP menyasar petani yang terancam merugi akibat panen gagal di tengah kemarau. Program itu menjadi jaring pengaman ketika upaya penyediaan air dan normalisasi irigasi belum sepenuhnya memulihkan kondisi lahan.

Dinas Pertanian belum merinci besaran premi maupun jumlah petani yang sudah terdaftar dalam program tersebut. Pendataan peserta dan perluasan cakupan wilayah terdampak masih berjalan seiring kemarau yang diperkirakan berlanjut.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top