JAWA BARAT — Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menutup perjalanan bulutangkis Indonesia di Asian Games 2026 dengan emas ganda putra usai mengalahkan Liang Weikeng/Wang Chang. Kemenangan atas pasangan China itu menggenapkan koleksi emas bulutangkis Merah Putih menjadi 30 keping sepanjang sejarah Asian Games.
Gelar juara ganda putra diraih Leo/Daniel pada laga final yang digelar Selasa (29/9/2026). Pasangan China Liang Weikeng/Wang Chang harus mengakui keunggulan wakil Indonesia di partai puncak tersebut.
Emas ini melengkapi catatan bulutangkis Indonesia pada edisi kali ini. Sebelumnya, sektor beregu putra sudah lebih dulu menyumbangkan emas setelah mengalahkan China 3-2 di final.
Peran Leo/Daniel di final beregu putra bukan sekadar pelengkap. Keduanya turut menyumbangkan poin lewat kemenangan atas He Ji Ting/Liu Yi, kemenangan yang membantu Indonesia menutup laga dengan skor 3-2.
Dua emas dari nomor beregu dan ganda putra itu membuat bulutangkis menambah pundi medali Indonesia di Asian Games 2026. Sektor ini tetap menjadi tulang punggung kontingen Merah Putih.
Rekap historis Indonesia di Asian Games mencatat bulutangkis sebelumnya mengoleksi 28 emas. Tambahan dua emas pada edisi 2026 membuat jumlahnya kini menjadi 30 keping.
Sebelum Asian Games 2026 bergulir, bulutangkis sudah berada di posisi teratas daftar cabang olahraga penyumbang emas terbanyak Indonesia. Posisi itu semakin lebar setelah Leo/Daniel naik podium tertinggi.
Artinya, capaian Leo/Daniel tidak sekadar menambah medali untuk kontingen Merah Putih. Pasangan ganda putra itu membantu bulutangkis memperlebar jarak sebagai cabang olahraga penyumbang emas terbanyak Indonesia di Asian Games.
Rekap lima besar cabang olahraga penyumbang emas terbanyak Indonesia di Asian Games menempatkan bulutangkis di urutan teratas dengan 30 emas setelah hasil di edisi 2026.
Dengan dua emas pada edisi kali ini, bulutangkis mempertahankan posisinya sebagai penyumbang emas terbesar bagi Indonesia sepanjang sejarah Asian Games.