JAWA BARAT — Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah memastikan medali Asian Games 2026 setelah menembus semifinal, dan kini berpeluang membalas kekalahan dari Feng Yanzhe/Huang Dongping. Pasangan ganda campuran Indonesia itu kalah tipis 22-20, 14-21, 20-22 dari Feng/Huang di semifinal Kejuaraan Dunia 2026.
Laga semifinal Asian Games 2026 mempertemukan Amri/Nita dengan Feng/Huang, pasangan yang menghentikan langkah mereka di Kejuaraan Dunia 2026. Kekalahan tiga gim di turnamen itu masih membekas, terutama karena selisih poin di gim penentuan hanya dua angka.
Dengan tiket semifinal sudah di tangan, Amri/Nita tidak hanya mengamankan medali. Mereka punya kesempatan membuka jalan ke final sekaligus menjaga asa meraih emas Asian Games.
Di semifinal Kejuaraan Dunia 2026, Amri/Nita sempat memberi perlawanan ketat sebelum tumbang 22-20, 14-21, 20-22. Gim pertama dan ketiga berjalan ketat, dengan Feng/Huang akhirnya menutup laga lewat dua poin beruntun.
Kekalahan itu membuat mimpi tampil di final Kejuaraan Dunia 2026 pupus. Kini, di Asian Games 2026, mereka mendapat kesempatan kedua menghadapi pasangan yang sama di babak yang sama.
Catatan pertemuan tidak berpihak kepada Amri/Nita. Dari lima laga melawan Feng/Huang, mereka belum pernah menang, meski dua di antaranya berhasil dipaksa hingga rubber game.
Artinya, jarak keduanya tidak terlalu jauh. Amri/Nita beberapa kali mampu menahan tekanan, tetapi belum cukup konsisten menutup gim penentuan.
Amri menyebut partai semifinal Asian Games 2026 sebagai ajang rematch yang sudah mereka tunggu. Fokusnya jelas: antisipasi pola serangan Feng/Huang dan start yang tidak ketinggalan.
"Besok kami akan rematch semifinal Kejuaraan Dunia melawan Feng/Huang. Pastinya kami menantikan partai ini, semoga kali ini kami bisa dapat hasil yang lebih baik," kata Amri.
"Kami harus lebih siap dengan pola-pola mereka dan startnya jangan ketinggalan," ujarnya dalam rilis PBSI.
Kemenangan atas Feng/Huang akan mengantar Amri/Nita ke final Asian Games 2026. Selain membalas kekalahan di Kejuaraan Dunia, hasil itu menjaga peluang Indonesia menambah medali emas dari sektor ganda campuran.
Sebaliknya, kekalahan akan mengulang skenario Kejuaraan Dunia 2026. Medali sudah aman, tetapi ambisi melaju lebih jauh harus dihentikan pasangan yang sama.