CIAMIS — Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis Heryan melalui Sekretarisnya, Dian Udeng, menyebut Paniisan Pinus Bongkok punya modal kuat untuk masuk ke segmen wellness tourism. Konsep itu mengandalkan suasana alam sebagai pengalaman utama, bukan sekadar pemandangan untuk dilihat.
Dian menilai kawasan yang berada di tengah pepohonan pinus tersebut menawarkan pengalaman relaksasi yang berbeda dari destinasi wisata umumnya. Wisatawan datang untuk beristirahat dari rutinitas, bukan untuk mengejar wahana atau atraksi.
Menurut Dian, Paniisan Pinus Bongkok tidak hanya menjual udara sejuk pada pagi dan siang hari. Saat malam tiba, wisatawan bisa menikmati pemandangan lampu kota atau city light dari ketinggian kawasan tersebut.
Pada pagi hari, panorama matahari terbit menjadi pemandangan yang ditawarkan. Kombinasi tiga pengalaman itu dinilai jarang ditemui dalam satu lokasi wisata di Ciamis.
"Potensi Paniisan Pinus Bongkok menjual udara sejuk yang dingin. Malam menjual city light dan saat pagi-pagi dia punya view sunrise," kata Dian, Minggu (27/9/2026).
Dian menjelaskan, kawasan hutan pinus menghadirkan suara-suara alami yang sulit ditemui di tengah kota. Mulai dari kicauan burung, hembusan angin yang menggerakkan dedaunan, hingga suasana sunyi di antara pepohonan.
"Suara-suara alam dari burung, angin yang meniup daun lalu menimbulkan suara itu banyak di cari," ujarnya.
Pihaknya melihat potensi tersebut sebagai salah satu daya tarik yang bisa dikembangkan untuk memperkaya pilihan wisata di Kabupaten Ciamis.
Selain menikmati suasana alam, kawasan Paniisan Pinus Bongkok dapat diarahkan untuk kegiatan camping, family camping, hingga van camping. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, melainkan juga dapat menghabiskan waktu lebih lama di kawasan itu.
"Paniisan Pinus Bongkok dapat di arahkan menjadi tempat untuk menikmati suasana alam dengan lebih santai. Wisatawan bisa datang untuk beristirahat sejenak dari aktivitas dan kepadatan suasana perkotaan," ucap Dian.
Dian menilai konsep wisata yang menawarkan ketenangan semakin relevan bagi masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di kawasan perkotaan yang padat. Wisata wellness dianggap mengisi energi, berbeda dari wisata biasa yang justru menguras tenaga untuk bersenang-senang.
Pergeseran cara pandang itu disebut mengubah pola kunjungan. Wisatawan pulang tidak hanya membawa oleh-oleh, tetapi juga badan yang lebih sehat dan pikiran yang lebih jernih.
Dinas Pariwisata Ciamis menempatkan konsep ini sebagai arah pengembangan pariwisata ke depan. Dari yang sebelumnya "wisata untuk dilihat" menjadi "wisata untuk dirasakan".