Green SM Bike Masuk Jakarta, Garda Indonesia Minta Tarif Tak Dibanting

Penulis: Candra Setiabudi  •  Sabtu, 26 September 2026 | 10:41:31 WIB
Green SM Bike resmi beroperasi di Jakarta sebagai layanan ride-hailing roda dua berbasis kendaraan listrik.

JAWA BARAT — Green SM Bike resmi beroperasi di Jakarta sebagai ojol listrik pertama dari Vietnam, membawa diferensiasi ekosistem kendaraan listrik di pasar ride-hailing roda dua. Asosiasi Garda Indonesia menyambut positif kehadiran pemain baru ini, tetapi langsung memberi catatan keras soal potensi perang tarif yang bisa mengorbankan pendapatan mitra driver.

Layanan skuter listrik Green SM mulai melayani penumpang di Jakarta sejak 16 September 2026. Operasi perdana ini menandai langkah ride-hailing asal Vietnam tersebut setelah sebelumnya sukses mengoperasikan taksi listrik di beberapa pasar Asia Tenggara. Cakupan awalnya terbatas pada area tertentu di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat.

Kabar masuknya Green SM Bike ke Indonesia disampaikan langsung oleh Edison Mai selaku Chief Executive Officer VGreen melalui akun LinkedIn resminya. Pengumuman serupa juga muncul di akun Instagram resmi Green SM, yang menyebut layanan ini menyasar pengguna dengan janji perjalanan "sat set dan pasti on budget".

Respons Garda Indonesia: Pilihan Baru untuk Konsumen dan Driver

Ketua Umum asosiasi ojol Garda Indonesia, Igun Wicaksono, menilai kehadiran Green SM Bike sebagai perkembangan positif bagi industri ride-hailing roda dua Tanah Air. Menurutnya, konsumen maupun pengemudi kini punya alternatif platform yang lebih luas dibanding sebelumnya.

"Pada prinsipnya, kami melihat hadirnya Green SM Bike sebagai pemain baru dalam industri ride-hailing roda dua di Indonesia dapat memberikan dampak positif, sepanjang kompetisi yang dibangun adalah kompetisi yang sehat dan berkelanjutan," ujar Igun kepada detikOto, Jumat (25/9) kemarin.

Dari sisi pengemudi, Igun menyebut kehadiran platform baru berpotensi membuka sumber penghasilan tambahan. Pengemudi ojol tidak lagi bergantung pada satu atau dua aplikasi besar saja untuk mengais order.

Diferensiasi Kendaraan Listrik Jadi Daya Tarik

Green SM membawa pendekatan berbeda dibanding pemain ojol konvensional. Seluruh armada sepeda motornya berbasis listrik, sehingga tidak bergantung pada BBM untuk operasional harian.

"Apalagi Green SM membawa diferensiasi berupa ekosistem kendaraan listrik, yang menurut kami menarik untuk dicermati dalam konteks transformasi transportasi digital dan transisi menuju mobilitas rendah emisi di Indonesia," terangnya.

Pendekatan ini sejalan dengan dorongan pemerintah mempercepat adopsi kendaraan listrik di sektor transportasi publik dan logistik. Bagi driver, motor listrik menjanjikan biaya operasional lebih murah, meski tantangan pengisian daya dan jarak tempuh masih jadi pertanyaan di lapangan.

Peringatan soal Perang Tarif: Jangan Korbankan Driver

Igun memberi catatan tegas soal potensi persaingan tidak sehat. Ia berharap masuknya Green SM Bike tidak memicu perang tarif yang ujungnya menekan pendapatan mitra driver.

"Persaingan seharusnya diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan, keselamatan, teknologi, efisiensi, transparansi sistem, serta kesejahteraan pengemudi—bukan berlomba menurunkan tarif perjalanan sampai pada tingkat yang akhirnya menekan pendapatan pengemudi," ungkapnya.

Garda Indonesia akan mencermati sejumlah aspek dari model bisnis Green SM Bike. Fokus pengawasan meliputi struktur tarif, pola kemitraan, pembagian hasil, biaya atau kewajiban yang dibebankan ke pengemudi, sistem insentif, skema kendaraan, hingga dampaknya terhadap pendapatan bersih driver.

"Prinsip kami sederhana: inovasi dan kompetisi boleh berkembang, tetapi jangan menjadikan kesejahteraan pengemudi sebagai variabel yang dikorbankan untuk memenangkan pasar," tuturnya.

Ekspansi ke Luar Jakarta Masih Terbuka

Green SM tidak menutup kemungkinan memperluas layanan ke wilayah lain di Indonesia. Lewat unggahan Instagram resminya, perusahaan meminta calon pengguna mengikuti akun sosial media mereka untuk mendapatkan informasi terbaru soal perluasan area operasi.

Bagi pasar ojol Indonesia yang selama ini didominasi dua pemain besar, kehadiran Green SM Bike menambah opsi yang selama ini terbatas. Namun keberhasilannya akan sangat bergantung pada seberapa cepat mereka membangun kepercayaan driver, ketersediaan infrastruktur pengisian daya, dan kejelasan skema pendapatan yang ditawarkan.

Jika Green SM mampu menyeimbangkan ekspansi agresif dengan kesejahteraan mitra, mereka berpotensi menjadi pemain serius di segmen ojol listrik. Sebaliknya, jika terjebak perang tarif seperti yang dikhawatirkan Garda Indonesia, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh ribuan driver yang menggantungkan hidup dari aplikasi.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top