Menhan Sjafrie Tekankan Dua Fungsi Utama Prajurit Yonif TP 339 Sumedang: Tempur dan Dukung Pembangunan

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Sabtu, 26 September 2026 | 10:31:01 WIB
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan arahan kepada prajurit Yonif TP 339/Jaya Perkasa di Marshalling Area Ujung Jaya, Sumedang.

SUMEDANG — Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa prajurit Yonif TP 339/Jaya Perkasa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan tempur. Mereka juga dituntut menguasai keterampilan yang menunjang pembangunan dan kebutuhan masyarakat di wilayah penugasan.

Penegasan itu muncul dalam kunjungan kerja ke Marshalling Area Yonif TP 339/Jaya Perkasa di Ujung Jaya, Sumedang. Sjafrie datang bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita pada Jumat, 25 September 2026.

Kemampuan Dasar Satuan Infanteri yang Wajib Dikuasai

Sjafrie menyebut kemampuan dasar sebagai satuan tempur harus terus dilatih setiap prajurit. Kemampuan itu meliputi menembak, bela diri, dan patroli taktis untuk mencari serta menemukan sasaran.

"Kemampuan yang diperlukan untuk Batalyon Infanteri adalah menembak, bela diri, dan patroli. Ini harus dilatih agar mampu menjadi prajurit Batalyon Infanteri," ujar Menhan.

Latihan menembak diminta dilakukan rutin di tiap satuan. Ketersediaan lapangan tembak dan sarana latihan dinilai penting untuk menjaga kemampuan sekaligus kehormatan satuan.

Keterampilan Pertanian hingga Kesehatan untuk Mengabdi ke Rakyat

Di sisi lain, prajurit Yonif TP disiapkan memiliki keterampilan yang mendukung pembangunan. Cakupannya meliputi konstruksi, pertanian, peternakan, perikanan, dan kesehatan.

"Di samping itu, sebagai Batalyon Teritorial Pembangunan, prajurit disiapkan di kompi-kompi pertanian. Konstruksi, kesehatan, dan peternakan untuk bisa mengabdi kepada rakyat dalam pembangunan," ucap Menhan.

Sjafrie menilai pembangunan Yonif TP di berbagai daerah selaras dengan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) dan strategi pertahanan pulau-pulau besar. Satuan itu disiapkan menghadapi berbagai kontinjensi dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Prajurit Diminta Menyatu dengan Rakyat, tapi Tetap Patuhi Aturan

Menhan juga meminta setiap satuan membangun tradisi sebagai bagian dari kehormatan dan kebanggaan prajurit. Tradisi itu dinilai penting untuk menjaga kemampuan dan kehormatan satuan.

Sjafrie mengingatkan prajurit agar hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Namun, prajurit tetap diminta mematuhi aturan yang berlaku sebagai anggota TNI.

"Rakyat menginginkan kamu memberikan rasa aman dan memberikan rasa sejahtera kepada mereka. Kamu harus menyatu dengan rakyat, tetapi kamu tidak boleh melanggar peraturanmu sebagai prajurit TNI," ujar Menhan.

Ia juga menegaskan prajurit tidak melakukan operasi penegakan dan penertiban minuman keras. Penanganan tersebut merupakan ranah kewenangan Polri dan Satpol PP.

Fokus pada Siskamling, Bukan Penertiban Miras

Prajurit diminta lebih berfokus mendukung kegiatan sistem keamanan lingkungan atau Siskamling bersama masyarakat. Wakil Panglima TNI juga meminta unsur pimpinan menyiapkan personel secara optimal dalam dua fungsi tersebut.

Dengan penekanan itu, Yonif TP 339/Jaya Perkasa diharapkan mampu menjalankan peran ganda: sebagai satuan tempur yang siap menghadapi ancaman, sekaligus mitra pembangunan bagi warga Sumedang dan daerah penugasan lainnya.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top