JAWA BARAT — Sébastien Pocognoli resmi menangani Timnas Skotlandia dan akan menjalani debut di Liga Nations melawan Slovenia. Pelatih 39 tahun asal Belgia itu mewarisi skuad yang haus pembaruan setelah era Steve Clarke berakhir.
Skotlandia memulai babak baru bersama Sébastien Pocognoli, pelatih yang sebelumnya membawa Union Saint-Gilloise juara liga Belgia 2025. Laga perdana di Liga Nations melawan Slovenia menjadi panggung pertama bagi pria 39 tahun itu untuk membuktikan diri di level internasional.
Status tuan rumah Euro 2028 membuat Skotlandia nyaris pasti lolos ke putaran final. Kondisi ini memberi Pocognoli ruang bereksperimen tanpa tekanan besar di Liga Nations, kompetisi yang ia gunakan untuk menguji skema dan pemain baru.
Pocognoli memanggil sejumlah pemain muda dan belum berpengalaman untuk dua laga pembuka. Langkah ini mendapat apresiasi publik Skotlandia yang menginginkan darah segar setelah bertahun-tahun mengandalkan pemain yang sama di era Clarke.
Peningkatan identifikasi bakat, termasuk menjaring pemain yang memenuhi syarat membela Skotlandia lewat garis keturunan keluarga, menjadi prioritas baru federasi. Tidak semua pemain muda akan langsung cocok, tetapi keberanian memberi kesempatan dinilai positif.
Skotlandia dipastikan tampil tanpa Scott McTominay yang masih pulih dari prosedur jantung. Lini belakang dan posisi kiper tetap menjadi titik lemah, dengan banyak harapan dialamatkan kepada Oli McBurnie yang mendapat kesempatan kedua di timnas. Formasi andalan Pocognoli adalah 3-4-3.
Nilai kontrak Pocognoli kabarnya mencapai tujuh digit sebagai gaji dasar. Angka itu menunjukkan keyakinan Asosiasi Sepak Bola Skotlandia bahwa mereka mendapatkan sosok pembeda dari pasar pelatih tanpa klub.
Rekam jejak Pocognoli bersama Union Saint-Gilloise dan Monaco menjadi pertimbangan utama. Di kedua klub tersebut, kemampuannya mengembangkan pemain muda mendapat pujian. Monaco memecatnya setelah 38 pertandingan, meski ia sempat membawa tim lolos ke fase gugur Liga Champions.
Pocognoli dikenal sebagai pelatih yang disukai pemain, jujur, dan mampu memimpin senior. Para pemain menikmati intensitas sesi latihan serta kejelasan pesan selama pemusatan latihan di La Manga pekan ini.
"Prinsip dasarnya adalah menyerang bersama dan mempersempit lapangan," kata Pocognoli. "Ketika harus bertahan, kami bertahan seperti saudara. Saat kehilangan bola, kami berusaha merebutnya kembali secepat mungkin. Itu fondasi bagi saya."
Craig Mulholland ditunjuk sebagai chief football officer federasi dengan peran yang luas dan tidak jelas. Latar belakangnya di Rangers dan Nottingham Forest membuat kredibilitasnya untuk posisi ini dipertanyakan sejumlah pihak.
Mulholland menyebut data sebagai faktor sentral dalam pencarian pelatih. Federasi bahkan menggunakan agensi intelijen olahraga untuk membantu proses tersebut. Namun, Pocognoli sendiri membuktikan bahwa analitik tidak bisa berjalan setengah-setengah.
Pernyataan Mulholland bahwa pelatih yang pertama kali menangani tim internasional lebih sukses dibanding yang kedua kali menuai kritik. Luis de la Fuente, Gareth Southgate, dan Didier Deschamps mewarisi pemain-pemain hebat meski secara teknis masih pemula di level internasional.
Skotlandia kini rutin tampil di turnamen besar. Yang dibutuhkan adalah pelatih yang mampu menembus dinding yang dihantam Clarke di dua Piala Eropa dan satu Piala Dunia.
Skotlandia memulai Liga Nations melawan Slovenia pada Sabtu. Bagi Pocognoli, ini kesempatan membangun fondasi sebelum Euro 2028 bergulir di kandang sendiri.
Kegagalan tidak akan langsung menghukumnya. Publik Skotlandia menyadari proses pembangunan membutuhkan waktu, terutama dengan skuad yang sedang bertransisi dari generasi Clarke ke pemain-pemain baru.