BANDUNG — MoU diteken di sela rangkaian Dies Natalis ke-24 Ekuitas yang mengusung tema "Sinergi, Unggul, dan Berdampak". Rektor Universitas Ekuitas Arief Helmi menandatangani langsung kesepakatan itu, didampingi tim perintis STIE Ekuitas seperti Abas S Somantri dan Uce Suganda, serta anggota Dewan Pengawas Perum Perumnas Muhidin.
Lingkup kerja sama mencakup empat bidang sekaligus: pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pemasaran hunian Perumnas kepada warga. Kesepakatan ini menjadikan kampus dan pengembang perumahan negara berbagi sumber daya di jalur yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.
Pendiri Ekuitas yang menginisiasi MoU, Dadi Hermana, menyebut kerja sama ini sebagai upaya membangun sinergi strategis antara kampus dan Perumnas. Menurutnya, kolaborasi menyentuh pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, hingga penguatan sumber daya manusia.
"Yakni dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pengembangan model perumahan dan permukiman yang layak, terjangkau, berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat, guna mendukung pembangunan nasional di bidang perumahan dan permukiman," ungkap Dadi.
Dia menambahkan, model perumahan yang digarap bersama diarahkan pada hunian yang berdampak langsung bagi masyarakat luas, bukan sekadar proyek komersial.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Ekuitas, Dr Muhammad Rozahi Istambul SKom MT, menilai penandatanganan MoU sebagai langkah strategis memperkaya ekosistem pembelajaran dan riset terapan di kampus. Kemitraan ini, katanya, membuka peluang kolaborasi pendidikan dan pengabdian masyarakat sekaligus memberi nilai tambah bagi kesejahteraan civitas academica.
Nilai tambah itu datang lewat akses hunian berkelanjutan bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Rozahi menyebut kolaborasi lintas sektor ini sejalan dengan identitas kampus sebagai "Universitas Ekuitas kampusnya BJB".
"Selaras dengan identitas kami sebagai Universitas Ekuitas kampusnya BJB, kolaborasi lintassektor ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam mewujudkan 'sinergi unggul berdampak'. Guna mencetak generasi muda Jawa Barat yang siap Ngawangun Kahareup (membangun masa depan) dengan berlandaskan kearifan lokal dan inovasi," ungkap Dr Rozahi.
Dies Natalis ke-24 Universitas Ekuitas Indonesia berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2026. Pada acara puncak, kampus menggelar kuliah umum bertema kepemimpinan, pembangunan Jawa Barat, dan budaya Sunda.
Tiga narasumber tampil dalam forum itu: Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman, Direktur Konsumer dan Ritel BJB Nunung Suhartini, serta Asta Sembiring dari Perumnas. Kehadiran mereka menegaskan posisi kampus sebagai simpul kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dan pengembang perumahan.
Bagi 520 mahasiswa baru Ekuitas angkatan 2026 yang menyaksikan langsung penandatanganan MoU, kerja sama ini membuka jalur praktik kerja, riset terapan, dan akses hunian yang sebelumnya sulit dijangkau. Rangkaian Dies Natalis ditutup dengan komitmen kampus memperluas kemitraan lintas sektor di Jawa Barat.